Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
Rabu, Juli 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Terungkap! 99% Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi, Ini 3 Faktanya
Berita Tekno

Terungkap! 99% Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi, Ini 3 Faktanya

Olin SianturiOlin Sianturi4 Oktober 2025 | 02:18
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi
Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Mengejutkan! Peneliti mengungkap 99% emas terkubur di inti Bumi, jauh di bawah permukaan. Ketahui fakta ilmiah lokasi 99% emas Bumi yang tak terjangkau ini.

Emas, logam mulia yang nilainya stabil, sering dianggap sebagai instrumen investasi paling aman saat gejolak ekonomi melanda. Kelangkaannya di permukaan Bumi menjadikannya harta karun yang sangat berharga dan dicari-cari oleh manusia selama ribuan tahun.

Namun, bagaimana jika kelangkaan tersebut hanya ilusi? Ilmuwan geofisika baru-baru ini membuat pernyataan yang mengejutkan: mayoritas emas di planet kita ternyata tidak langka sama sekali. Sebaliknya, 99% emas tersebut terkumpul di satu lokasi tunggal.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Masalahnya, lokasi tersebut berada jauh di bawah jangkauan teknologi manusia. Penemuan ini mengubah cara pandang kita terhadap sumber daya Bumi, tetapi juga menggarisbawahi tantangan geologis yang mustahil diatasi.

Mengapa Emas Begitu Berharga dan Sulit Ditemukan?

Sebelum kita membahas tentang lokasi 99% emas Bumi, penting untuk memahami mengapa emas (Au) dan kelompok elemen siderofil lainnya sangat sulit ditemukan di kerak (crust) tempat kita tinggal.

Emas berharga karena dua alasan utama: daya tahan (tidak berkarat) dan kelangkaan akses. Meskipun ada miliaran ton emas di Bumi, jumlah yang tersedia untuk ditambang sangat kecil. Selama ini, para penambang hanya berburu sisa-sisa yang tersisa di permukaan dan lapisan dangkal planet.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Penemuan ilmiah mengenai potensi cadangan emas ini pertama kali disampaikan oleh peneliti terkemuka, termasuk Bernard Wood dari Macquarie University, yang menyatakan bahwa sebagian besar cadangan logam mulia Bumi tersembunyi jauh di pusat planet.

“Apa yang bisa kami simpulkan adalah 99% dari kandungan emas Bumi ada di intinya,” kata Bernard Wood.

Pernyataan ini bukan sekadar perkiraan, melainkan hasil dari pemodelan geokimia mendalam yang mencoba menjelaskan komposisi interior Bumi. Hasil penelitian ini menjelaskan mengapa operasi penambangan emas selalu menjadi perjuangan mahal dan berisiko.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Terungkap: Lokasi 99% Emas Terkubur Bumi yang Tak Terjamah

Jadi, di manakah sebenarnya 99% emas terkubur itu? Jawabannya sederhana, namun skalanya monumental: inti (core) Bumi.

Inti Bumi adalah lapisan paling dalam dan terpanas, terdiri dari logam padat (inti dalam) dan cairan yang bergerak cepat (inti luar). Inti ini sangat kaya akan besi dan nikel.

Pada tahap awal pembentukan Bumi, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, planet kita adalah bola magma yang panas. Elemen-elemen dengan kepadatan tinggi (disebut elemen siderofil atau ‘pecinta besi’), termasuk emas, platinum, dan paladium, dengan cepat tenggelam melalui lautan magma.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement

Proses ini, yang dikenal sebagai diferensiasi planet, menyebabkan elemen-elemen berat ini tertarik ke pusat gravitasi dan larut bersama besi dan nikel yang membentuk inti.

Inti Bumi bertindak seperti brankas raksasa yang mengunci hampir seluruh cadangan emas planet, jauh di bawah mantel (mantle) dan kerak Bumi. Diperkirakan, jika seluruh emas ini ditarik ke permukaan, jumlahnya akan cukup untuk menutupi seluruh permukaan Bumi dengan lapisan setebal setengah meter!

Bagaimana Emas Bisa Terperangkap Permanen di Inti Bumi?

Sangat sulit bagi logam berat untuk “melarikan diri” dari inti setelah proses diferensiasi selesai. Berikut adalah tiga fakta geologis penting yang menjelaskan mengapa lokasi 99% emas Bumi ini bersifat permanen:

Baca Juga

  • Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru
  • Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan

Advertisement

  1. Sifat Siderofil: Emas memiliki afinitas yang kuat terhadap besi. Karena inti Bumi didominasi oleh besi dan nikel cair, emas dan logam mulia lainnya larut sempurna di dalamnya selama tahap awal pendinginan planet.
  2. Perbedaan Kepadatan: Inti Bumi memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi daripada mantel dan kerak. Setelah elemen berat tenggelam ke sana, mereka tidak mungkin kembali ke permukaan secara alami.
  3. Jarak dan Temperatur Ekstrem: Inti luar terletak sekitar 2.900 km di bawah permukaan. Temperatur di sana mencapai ribuan derajat Celsius, dan tekanannya sangat besar, menjadikannya mustahil untuk dijangkau dengan teknologi pengeboran saat ini maupun di masa depan yang dapat dibayangkan.

Krisis Emas dan Hipotesis Late Veneer

Jika 99% emas terkubur di inti, lantas dari mana semua emas yang kita tambang dan investasikan saat ini berasal?

Inilah yang disebut ilmuwan sebagai “Krisis Emas” di awal pemodelan geologis. Berdasarkan perhitungan model, kerak Bumi seharusnya memiliki jumlah emas yang jauh, jauh lebih sedikit—praktis nol—daripada yang sebenarnya kita temukan. Perbedaan ini memunculkan hipotesis penting yang menjelaskan sumber emas di permukaan.

Para ilmuwan meyakini bahwa emas dan logam mulia yang kita akses saat ini berasal dari peristiwa geologis yang dikenal sebagai “Late Veneer” (Lapisan Akhir).

Baca Juga

  • Krisis Chip Smartphone Global Bikin Penjualan HP Anjlok
  • Cara Cetak Kartu Keluarga Online Tanpa Antre di Dukcapil

Advertisement

Late Veneer adalah periode setelah diferensiasi inti selesai, sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu, di mana Bumi dibombardir oleh hujan meteorit raksasa. Meteorit-meteorit ini, yang kaya akan emas dan platinum, tidak tenggelam sepenuhnya ke inti karena inti sudah memadat atau proses diferensiasi sudah melambat drastis.

Sebaliknya, meteorit-meteorit ini menabrak permukaan dan “mengisi ulang” mantel dan kerak Bumi dengan elemen-elemen siderofil. Inilah yang menjadi sumber dari seluruh cadangan emas, perak, dan platinum yang dapat ditambang manusia sampai hari ini.

Secara matematis, jumlah emas dari Late Veneer hanya menyumbang sekitar 1% dari total emas yang ada di Bumi. Namun, 1% ini sudah merupakan jumlah yang sangat besar dan tersebar di lokasi-lokasi strategis yang bisa kita gali, seperti deposit di Afrika Selatan, Australia, atau Indonesia.

Baca Juga

  • Sistem Peringatan Dini Gempa: Rahasia Jepang Hadapi Bencana
  • Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

Advertisement

Implikasi Ilmiah dan Investasi dari Penemuan Ini

Penemuan mengenai lokasi 99% emas Bumi ini memiliki implikasi besar, baik dari sudut pandang ilmiah maupun ekonomi global.

Secara ilmiah, ini memvalidasi model pembentukan planet dan evolusi geokimia Bumi. Ini membantu para geolog memahami pergerakan elemen selama pembentukan inti. Selain itu, temuan ini juga menjadi pengingat akan seberapa berbedanya komposisi planet kita di berbagai lapisan.

Dari sisi investasi dan ekonomi, berikut adalah beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:

Baca Juga

  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China
  • Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Advertisement

  • Kelangkaan Tetap Terjaga: Meskipun total cadangan emas Bumi melimpah, kelangkaan yang kita rasakan di permukaan tetap berlaku. Tidak ada teknologi yang memungkinkan penambangan inti Bumi dalam waktu dekat, sehingga pasokan yang dapat ditambang akan terus terbatas.
  • Emas sebagai Aset Aman: Fakta bahwa pasokan emas di permukaan adalah hasil dari peristiwa geologis unik (Late Veneer) mengukuhkan status emas sebagai aset yang secara inheren langka dan sulit digantikan. Nilainya cenderung stabil karena penemuan deposit baru sangat jarang terjadi.
  • Fokus pada 1%: Perusahaan pertambangan akan terus fokus pada penelitian geologi yang sangat spesifik, mencari sisa-sisa kecil dari 1% emas yang diyakini masih tersebar di kerak dan mantel atas Bumi.

Penelitian mendalam seperti yang dilakukan oleh tim Bernard Wood bukan hanya tentang emas, tetapi juga tentang memahami proses yang membuat Bumi menjadi seperti sekarang. Ini menegaskan bahwa sebagian besar harta karun terbesar planet kita akan selamanya tersimpan di bawah lapisan terkuat, menjadikannya misteri geologis yang indah namun tak terjangkan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Emas Geologi Ilmu Pengetahuan Inti Bumi Logam Mulia
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Fakta Instant Checkout ChatGPT: Revolusi Belanja Langsung dari Chat
Next Article 5 Fakta Komet Paling Menarik: Penjelasan Lengkap Komet dan Struktur Inti
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

JAKARTA – Transformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada regulasi baru, tetapi juga ditentukan oleh kualitas…

5 Fakta Temuan HP Ilegal di Bea Cukai Soetta, Cek Dampak IMEI Ponsel!

9 Oktober 2025 | 11:08

3 Cara Melihat Tanggal Pembuatan Akun Facebook, Auto Nostalgia

3 Oktober 2025 | 23:19

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

5 Teknologi Kunci HP Xiaomi yang Dihapus Diam-diam

2 Desember 2025 | 07:18
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.