Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?

28 November 2025 | 23:38

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia

28 November 2025 | 23:27

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?
  • Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia
  • The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu
  • Festival Nyasar ke Dimensi Facebook: Bawa Keseruan Komedi dan Horor, Anak Muda Auto Nyasar!
  • 5 Fakta BMKG: Mengapa Siklon Tropis Senyar Adalah Fenomena Cuaca Tidak Umum
  • 4 Alasan Penting Telkom Raih Sertifikasi ISO 14001 untuk Bisnis Berkelanjutan
  • 5 Strategi HSBC: Optimasi Pengelolaan Aset Digital dan Keuangan Perusahaan
  • 5 Dampak Positif Digitalisasi AI Terhadap Strategi Keuangan Perusahaan
Minggu, November 30
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Produser Hollywood Beli NSO Pegasus Israel: 3 Fakta Mengejutkan!
Berita Tekno

Produser Hollywood Beli NSO Pegasus Israel: 3 Fakta Mengejutkan!

Olin SianturiOlin Sianturi16 Oktober 2025 | 00:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Akuisisi NSO Pegasus, Produser Hollywood Beli NSO
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Skandal Akuisisi NSO Pegasus! Produser Hollywood Beli NSO Group, pembuat spyware kontroversial. Kenapa kendali mata-mata Israel lepas? Cek 3 fakta ini.

TechnonesiaID - Kabar mengejutkan datang dari dunia teknologi dan keamanan siber. NSO Group, perusahaan yang berbasis di Israel dan dikenal sebagai pengembang spyware paling kontroversial di dunia, Pegasus, dilaporkan telah berpindah tangan. Perusahaan yang perangkatnya dijuluki ‘mata-mata Israel’ ini kini berada di bawah kendali grup investor dari Amerika Serikat (AS).

Yang menarik, kelompok investor yang memimpin proses akuisisi ini dipimpin oleh nama besar dari industri hiburan, yaitu produser Hollywood Robert Simonds. Akuisisi ini tidak hanya berarti perubahan kepemilikan, tetapi juga potensi pergeseran besar dalam cara kerja dan masa depan perusahaan yang produknya telah memicu krisis diplomatik global.

Baca Juga

  • Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia
  • Festival Nyasar ke Dimensi Facebook: Bawa Keseruan Komedi dan Horor, Anak Muda Auto Nyasar!

Advertisement

Laporan yang pertama kali dilansir oleh media berita Calcalist Tech pada 10 Oktober 2025 lalu menyebutkan bahwa kesepakatan ini bernilai puluhan juta dolar. Angka ini mungkin terbilang kecil mengingat reputasi dan kemampuan teknologi yang dimiliki NSO Group, namun akuisisi ini menandai berakhirnya dominasi Israel dalam mengendalikan salah satu alat mata-mata paling canggih di dunia.

Siapa Robert Simonds dan Mengapa Produser Hollywood Beli NSO?

Robert Simonds mungkin lebih dikenal sebagai sosok di balik film-film laris Hollywood. Ia adalah produser veteran yang terlibat dalam berbagai proyek besar, dan saat ini ia menjadi pemimpin kelompok investor AS yang berambisi mengambil kendali NSO Group. Keterlibatan tokoh dari industri hiburan dalam bisnis keamanan siber yang sangat sensitif tentu menimbulkan pertanyaan besar.

Meskipun jumlah pasti kesepakatan tidak diungkapkan secara rinci, Calcalist Tech mengindikasikan bahwa nilainya mencapai puluhan juta dolar. Akuisisi ini diperkirakan akan segera ditandatangani, yang berarti kendali perusahaan mata-mata ini akan segera lepas sepenuhnya dari tangan Israel.

Baca Juga

  • 4 Alasan Penting Telkom Raih Sertifikasi ISO 14001 untuk Bisnis Berkelanjutan
  • 3 Fakta Kondisi Sinyal XLSMART Terkini Pasca Banjir Sumbar Sumut Aceh

Advertisement

Keputusan untuk menjual NSO Group datang setelah perusahaan menghadapi serangkaian masalah hukum, finansial, dan reputasi yang parah. Sejak spyware Pegasus terungkap digunakan secara masif untuk menargetkan jurnalis, aktivis hak asasi manusia, dan bahkan kepala negara di berbagai penjuru dunia, NSO telah berjuang untuk bertahan.

Akuisisi oleh investor AS ini dilihat sebagai upaya untuk memberikan suntikan dana segar sekaligus membersihkan citra NSO. Harapannya, di bawah manajemen baru, NSO dapat kembali fokus pada teknologi keamanan siber yang sah, meskipun produk utamanya, Pegasus, telah terlanjur membawa cap negatif.

Mengenal Lebih Dekat NSO Group dan Spyware Pegasus

NSO Group didirikan pada tahun 2010 oleh Niv Karmi, Omri Lavie, dan Shalev Hulio. Nama perusahaan ini sendiri merupakan singkatan dari nama-nama pendirinya. Mereka menciptakan Pegasus, sebuah perangkat lunak yang sangat kuat, dirancang untuk diinstal secara diam-diam pada ponsel pintar (terutama iOS dan Android).

Baca Juga

  • 5 Fakta Serangan Siber Sistem Peringatan Darurat AS yang Gegerkan Publik
  • 5 Fakta Cloudflare: Mengapa Layanan Ini Jadi Penyebab Situs Down Global?

Advertisement

Pegasus tidak seperti virus biasa. Ia mampu mengekstrak semua data, termasuk pesan terenkripsi, foto, email, serta mengaktifkan mikrofon dan kamera ponsel tanpa sepengetahuan pemilik. NSO Group berulang kali menyatakan bahwa mereka hanya menjual Pegasus kepada pemerintah dan badan intelijen untuk memerangi terorisme dan kejahatan serius lainnya.

Namun, penyelidikan oleh konsorsium jurnalis global pada tahun 2021 membuktikan sebaliknya. Data yang bocor menunjukkan bahwa Pegasus telah digunakan untuk menargetkan lebih dari 50.000 nomor telepon di seluruh dunia. Penggunaan yang meluas ini menyebabkan NSO Group masuk dalam daftar hitam (entity list) perdagangan AS, yang sangat membatasi kemampuan bisnisnya.

3 Fakta Penting Dibalik Akuisisi NSO Pegasus oleh Hollywood

Perubahan kepemilikan ini jauh lebih dari sekadar transaksi bisnis biasa. Ini adalah sebuah peristiwa yang memiliki implikasi geopolitik dan keamanan siber yang signifikan. Berikut adalah 3 fakta krusial terkait Akuisisi NSO Pegasus:

Baca Juga

  • 5 Keuntungan WiFi Internet Rakyat Murah & Cek Daftar Wilayah 2024
  • 5 Langkah Daftar WiFi Internet Rakyat Rp100 Ribu Resmi

Advertisement

  • 1. Lepasnya Kontrol Strategis Israel:

    NSO Group selalu dianggap sebagai aset strategis bagi Israel. Teknologi Pegasus merupakan bagian integral dari strategi pertahanan siber dan diplomasi teknologi Israel. Dengan berpindahnya kendali kepada investor AS, pengaruh langsung pemerintah Israel terhadap penggunaan teknologi mata-mata ini akan berkurang drastis. Ini bisa memengaruhi bagaimana Pegasus diizinkan untuk digunakan di masa depan, terutama terkait penjualan kepada sekutu Israel yang sensitif.

  • 2. Uang Hollywood Masuk ke Bisnis Kontroversial:

    Baca Juga

    • Bocoran Spesial! 2 Desain Poco F8 Ultra dan F8 Pro Terungkap Lebih Awal
    • 14 Segmen Baru Gempa Megathrust Indonesia: Siapkah Anda Menghadapinya?

    Advertisement

    Keterlibatan Produser Hollywood Beli NSO menunjukkan bahwa meskipun NSO memiliki reputasi buruk, nilai teknologinya masih sangat tinggi. Bagi para investor, akuisisi ini mungkin dilihat sebagai peluang bisnis ‘murah’ untuk mendapatkan teknologi siber canggih yang kemudian dapat direstrukturisasi dan dijual kembali dengan harga premium di masa depan. Fokus kelompok Simonds kemungkinan besar adalah pada pemulihan finansial dan restrukturisasi operasional.

  • 3. Implikasi bagi Indonesia dan Asia Tenggara:

    Meskipun NSO Group jarang mengumumkan kliennya, jejak Pegasus telah terdeteksi di berbagai negara di Asia, termasuk yang memiliki potensi terkait Indonesia (RI). Ketika kepemilikan berpindah ke AS, kontrol ekspor teknologi ini bisa menjadi lebih ketat, terutama di bawah regulasi AS yang lebih keras (mengingat NSO masih di daftar hitam). Hal ini dapat memengaruhi badan intelijen atau keamanan di kawasan yang mungkin sebelumnya memiliki akses ke alat mata-mata ini, memaksa mereka mencari alternatif lain.

    Baca Juga

    • 5 Fakta Mengejutkan Sarang Penipu Online Myanmar Dibongkar
    • 3 Misteri Besar Kenapa Aliran Sungai Amazon Berbalik Arah

    Advertisement

Masa Depan Teknologi Mata-Mata Israel di Bawah Kendali AS

Langkah Akuisisi NSO Pegasus oleh grup investor AS ini mungkin merupakan babak baru bagi perusahaan tersebut. Fokus utama manajemen baru kemungkinan besar adalah meyakinkan regulator, khususnya di AS, bahwa mereka dapat menjamin penggunaan Pegasus hanya untuk tujuan yang sah, jauh dari penyalahgunaan politik atau pengawasan massal.

Tantangan terbesar yang dihadapi Robert Simonds dan timnya adalah membersihkan citra merek yang sudah terlanjur kotor. Pegasus telah menjadi sinonim dengan pelanggaran privasi dan pengintaian terhadap oposisi politik. Diperlukan transparansi radikal dan perubahan signifikan dalam kebijakan penjualan klien untuk melepaskan diri dari bayang-bayang skandal masa lalu.

Akuisisi ini juga menegaskan tren global bahwa teknologi keamanan siber—betapa pun kontroversialnya—tetap menjadi komoditas panas. Bagi Israel, kehilangan kendali operasional atas aset strategis ini adalah pukulan telak, namun hal ini membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat dengan perusahaan teknologi AS.

Baca Juga

  • 5 Fakta Mengejutkan Evolusi Ciuman Pertama: Jauh Lebih Awal dari Manusia
  • 3 Pelajaran Pahit dari Valuasi Startup Byju’s Nol: Nasib CEO Byju Raveendran

Advertisement

Kesimpulannya, pergeseran kepemilikan NSO Group dari tangan Israel ke tangan Produser Hollywood Beli NSO dan investor AS ini adalah salah satu berita tekno paling signifikan tahun ini. Dunia akan mengamati apakah uang dari Tinseltown (Hollywood) mampu meredam reputasi buruk alat mata-mata paling ditakuti di dunia ini.

Meskipun detail kesepakatan masih samar, yang jelas, era baru bagi NSO Group telah dimulai, dan dampaknya terhadap keamanan siber global masih harus kita lihat. Perubahan ini bisa berarti potensi pengawasan yang lebih ketat atau, sebaliknya, ekspansi penggunaan teknologi Pegasus di bawah naungan modal AS.

Baca Juga

  • Kasus Hukum Meta: 4 Fakta Mengejutkan Bukti Zuckerberg Sembunyikan Data Penting
  • 3 Teori Ilmiah Asal Usul Hajar Aswad yang Bikin Peneliti Dunia Penasaran

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Akuisisi NSO Group NSO Group Pegasus Spyware Produser Hollywood Robert Simonds
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Cara Mencegah Modus Penipuan Kabel HDMI Baru Ini, Risikonya Fatal!
Next Article Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia

Olin Sianturi28 November 2025 | 23:27

Festival Nyasar ke Dimensi Facebook: Bawa Keseruan Komedi dan Horor, Anak Muda Auto Nyasar!

Olin Sianturi28 November 2025 | 22:05

4 Alasan Penting Telkom Raih Sertifikasi ISO 14001 untuk Bisnis Berkelanjutan

Olin Sianturi28 November 2025 | 19:38

3 Fakta Kondisi Sinyal XLSMART Terkini Pasca Banjir Sumbar Sumut Aceh

Olin Sianturi28 November 2025 | 13:38

5 Fakta Serangan Siber Sistem Peringatan Darurat AS yang Gegerkan Publik

Olin Sianturi28 November 2025 | 11:38

5 Fakta Cloudflare: Mengapa Layanan Ini Jadi Penyebab Situs Down Global?

Olin Sianturi28 November 2025 | 01:38
Pilihan Redaksi
Trending

4 Fakta Menarik The Blackman Family Sebelum Berpisah, Keluarga Viral yang Bikin Heboh!

Olin Sianturi25 Februari 2025 | 07:50

Mengungkap 4 fakta menarik The Blackman Family tentang perjalanan mereka sebagai keluarga viral. Simak selengkapnya…

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia

28 November 2025 | 23:27

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Galaxy Z Fold7 Mengubah Cara Riset dan Eksekusi Bisnis, Lebih Cepat dan Cerdas

25 November 2025 | 16:13

Jepang vs OpenAI: 3 Kontroversi Sora 2 Ancam Perlindungan Hak Cipta Anime

16 Oktober 2025 | 08:08
Terbaru

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia

Olin Sianturi28 November 2025 | 23:27

Festival Nyasar ke Dimensi Facebook: Bawa Keseruan Komedi dan Horor, Anak Muda Auto Nyasar!

Olin Sianturi28 November 2025 | 22:05

4 Alasan Penting Telkom Raih Sertifikasi ISO 14001 untuk Bisnis Berkelanjutan

Olin Sianturi28 November 2025 | 19:38

3 Fakta Kondisi Sinyal XLSMART Terkini Pasca Banjir Sumbar Sumut Aceh

Olin Sianturi28 November 2025 | 13:38

5 Fakta Serangan Siber Sistem Peringatan Darurat AS yang Gegerkan Publik

Olin Sianturi28 November 2025 | 11:38
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2025 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.