Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mobil Listrik Suzuki eVitara Siap Dijual di IIMS 2026 Tanpa Insentif

3 Februari 2026 | 02:48

Harga BBM Februari 2026 Turun Drastis! Cek Pertamax Jadi Rp11.800

3 Februari 2026 | 02:34

JVC HA-A110T Nirkabel ANC: Ulasan Fitur, Baterai 44 Jam dan Harga

3 Februari 2026 | 02:16
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mobil Listrik Suzuki eVitara Siap Dijual di IIMS 2026 Tanpa Insentif
  • Harga BBM Februari 2026 Turun Drastis! Cek Pertamax Jadi Rp11.800
  • JVC HA-A110T Nirkabel ANC: Ulasan Fitur, Baterai 44 Jam dan Harga
  • Harga dan Spesifikasi Redmi Note 15 Series: HP Tahan Banting Gen Z
  • Raja Terbaru Smartphone Dunia: Bukan HP China, Apple Kembali Dinobatkan di 2025!
  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)
  • Samsung Galaxy Tab S9 FE: Tablet Premium 6 Jutaan, S Pen Gratis!
  • Tecno Spark 20 Pro Plus AMOLED: HP Layar Lengkung Harga 2 Jutaan
Selasa, Februari 3
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » Elon Musk Bye? 4 Fakta Satelit Internet China SpaceSail Siap Gantikan Starlink
Tech

Elon Musk Bye? 4 Fakta Satelit Internet China SpaceSail Siap Gantikan Starlink

Olin SianturiOlin Sianturi19 Desember 2025 | 22:27
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Satelit internet China, Pengganti Starlink SpaceSail
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Satelit internet China, SpaceSail, kini menantang Starlink milik Elon Musk! Ketahui 4 fakta mengapa Pengganti Starlink SpaceSail ini siap mendominasi pasar global.

Kancah teknologi global kembali memanas. Setelah beberapa tahun didominasi oleh layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, Starlink, kini muncul penantang serius yang datang langsung dari Asia. Penantang tersebut adalah SpaceSail, dan mereka membawa ambisi besar yang siap membuat Elon Musk berpikir dua kali.

Perusahaan asal Tiongkok ini tidak main-main. Mereka telah mengumumkan rencana ekspansi internasional yang agresif, dimulai dengan penetrasi pasar Amerika Selatan yang sangat strategis. Ini menandai dimulainya era kompetisi ketat dalam layanan internet orbit rendah (LEO) yang selama ini dianggap “ladang” Starlink.

Baca Juga

  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Advertisement

Latar Belakang Persaingan Panas Starlink vs. SpaceSail

Internet satelit LEO (Low-Earth Orbit) adalah masa depan konektivitas. Satelit yang mengorbit lebih dekat ke Bumi ini menjanjikan latensi yang jauh lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan satelit tradisional, menjadikannya solusi ideal untuk wilayah terpencil atau yang infrastruktur daratnya lemah.

Starlink, yang dioperasikan oleh SpaceX, adalah pionir dan pemimpin pasar saat ini. Namun, dominasi tersebut kini terancam oleh dukungan kuat dari pemerintah Tiongkok terhadap proyek Satelit internet China.

Fokus utama SpaceSail saat ini adalah negara-negara berkembang, yang sering kali memiliki tantangan geografis besar dalam pemerataan akses internet. Ini adalah strategi yang cerdas, menargetkan celah pasar yang belum sepenuhnya dijangkau oleh Starlink.

Baca Juga

  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Advertisement

Awal Mula Pengganti Starlink SpaceSail di Brasil

Langkah nyata pertama yang menunjukkan keseriusan SpaceSail adalah penetrasi pasar Brasil. Brasil, sebagai negara dengan wilayah geografis yang luas dan padat hutan, sangat membutuhkan solusi konektivitas satelit.

Menurut Rui Costa, kepala staf Presiden Brasil, SpaceSail dijadwalkan mulai menyediakan layanan internet di daerah terpencil Brasil pada paruh pertama tahun 2026. Ini adalah target waktu yang ambisius dan sangat spesifik.

Jejak SpaceSail di Brasil sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2024. Saat itu, perusahaan tersebut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Telebras, perusahaan telekomunikasi milik negara Brasil. Kerja sama ini bertujuan untuk bersama-sama menawarkan layanan internet, menunjukkan pendekatan yang sangat kooperatif dengan otoritas lokal.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Advertisement

Pendekatan kolaboratif ini menjadi salah satu kunci mengapa Pengganti Starlink SpaceSail ini dipandang sebagai ancaman serius, karena mereka tidak hanya masuk sebagai pemain asing, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah setempat.

4 Fakta Mengapa Satelit Internet China SpaceSail Jadi Ancaman Nyata

Bukan hanya sekadar janji, SpaceSail hadir dengan kekuatan dan strategi yang terorganisir rapi. Berikut adalah 4 fakta utama yang menjelaskan mengapa layanan Satelit internet China ini siap menggeser posisi Starlink di panggung global:

1. Dukungan Penuh Pemerintah dan Skala Peluncuran Masif

Tidak seperti Starlink yang merupakan inisiatif swasta (meskipun mendapat kontrak pemerintah), SpaceSail menikmati dukungan penuh dari Beijing. Proyek satelit Tiongkok ini adalah bagian dari strategi nasional untuk memimpin dalam teknologi luar angkasa.

Baca Juga

  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!
  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!

Advertisement

Dukungan ini memastikan dana, sumber daya, dan kecepatan manufaktur yang luar biasa. Tiongkok memiliki kapasitas untuk meluncurkan konstelasi satelit dalam jumlah besar secara cepat, memungkinkan mereka mengejar ketinggalan dari Starlink dalam hal total satelit di orbit.

2. Strategi Harga dan Fokus Pasar Berkembang

Salah satu kartu truf utama SpaceSail adalah strategi penentuan harga. Di pasar berkembang, biaya langganan bulanan dan perangkat keras (parabola) Starlink sering kali dianggap mahal.

Pengganti Starlink SpaceSail diperkirakan akan menawarkan layanan dengan harga yang lebih kompetitif. Strategi ini sangat efektif di wilayah seperti Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara, di mana sensitivitas harga sangat tinggi. Mereka fokus pada penyediaan akses internet dasar yang handal, yang sangat diminati oleh jutaan pengguna baru.

Baca Juga

  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik

Advertisement

3. Keunggulan Potensial Teknologi dan Jaringan Satelit China

Meskipun Starlink telah beroperasi lebih lama, Tiongkok terus berinvestasi besar-besaran dalam riset teknologi LEO. Satelit generasi baru SpaceSail dirancang untuk berintegrasi tidak hanya dengan jaringan sipil tetapi juga dengan sistem navigasi Beidou milik Tiongkok, yang merupakan pesaing GPS.

Integrasi ini memungkinkan layanan yang lebih stabil dan fitur yang lebih terintegrasi dengan ekosistem teknologi Tiongkok, memberikan nilai tambah yang unik bagi negara-negara yang bersekutu secara teknologi dengan Tiongkok.

4. Kolaborasi Lokal yang Agresif dan Cepat

SpaceSail menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam memasuki pasar baru. Mereka mencari mitra telekomunikasi lokal yang kuat, seperti Telebras di Brasil, daripada hanya menjual layanan langsung ke konsumen.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah
  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)

Advertisement

Pendekatan ini memiliki beberapa keuntungan signifikan:

  • Mendapatkan Kepercayaan Regulator: Bekerja sama dengan perusahaan milik negara mempermudah proses regulasi dan izin.

  • Distribusi Efisien: Memanfaatkan infrastruktur distribusi dan basis pelanggan yang sudah ada dari mitra lokal.

    Baca Juga

    • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer
    • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru

    Advertisement

  • Menyediakan Layanan yang Disesuaikan: Layanan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pasar lokal, yang sering kali menjadi kelemahan bagi pemain global yang beroperasi secara seragam.

Masa Depan Internet Satelit Global: Pertarungan Para Raksasa

Perkembangan Satelit internet China ini bukan hanya sekadar berita persaingan bisnis biasa; ini adalah babak baru dalam perlombaan ruang angkasa dan dominasi teknologi global. Kehadiran SpaceSail membuktikan bahwa pasar internet satelit tidak akan menjadi monopoli Starlink.

Keuntungan terbesar dari persaingan ini adalah bagi konsumen. Ketika dua raksasa teknologi bersaing, hasilnya biasanya adalah inovasi yang lebih cepat, harga yang lebih murah, dan kualitas layanan yang lebih baik. Negara-negara yang selama ini kesulitan mendapatkan koneksi yang memadai, seperti Indonesia dengan ribuan pulaunya, akan menjadi penerima manfaat utama.

Baca Juga

  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!
  • Terungkap! 50+ Miliarder Baru 2025 Kaya Raya Berkat AI dan Startup

Advertisement

Untuk saat ini, Starlink masih memegang keunggulan dalam jumlah satelit yang beroperasi. Namun, kecepatan dan strategi masuk pasar yang diterapkan oleh SpaceSail menunjukkan bahwa selisih tersebut dapat diperkecil dengan sangat cepat. Elon Musk dan timnya pasti memantau pergerakan ini dengan ketat.

Keputusan Brasil untuk menyambut SpaceSail dengan tangan terbuka pada tahun 2026 menjadi sinyal kuat bagi negara-negara lain. Jika SpaceSail berhasil membuktikan keandalannya di pasar Amerika Selatan yang menantang, pintu gerbang menuju Asia dan Afrika akan terbuka lebar.

Singkatnya, persaingan antara Starlink dan Pengganti Starlink SpaceSail ini akan mendefinisikan siapa yang akan mendominasi konektivitas global di dekade mendatang. Siapkan diri Anda untuk melihat era di mana internet berkecepatan tinggi dapat diakses dari mana saja di Bumi, berkat perang harga dan teknologi antara Washington dan Beijing.

Baca Juga

  • Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah
  • Bukan Polusi! Ini 5 Alasan Bumi Panas Mendidih Menurut Ilmuwan

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Elon Musk Satelit internet China SpaceSail starlink Teknologi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleAwas! Rp 83 T Hilang: 5 Cara Hindari Modus Penipuan Taylor Swift BTS
Next Article 5 Prediksi Pasar Smartphone 2026: Nasib Pedagang HP Kian Sulit
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Raja Terbaru Smartphone Dunia: Bukan HP China, Apple Kembali Dinobatkan di 2025!

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 01:14

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Raja Terbaru Smartphone Dunia: Bukan HP China, Apple Kembali Dinobatkan di 2025!

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 01:14

Persaingan di pasar ponsel pintar global selalu memanas, namun laporan terbaru menunjukkan adanya pergeseran signifikan…

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

Harga dan Spesifikasi Redmi Note 15 Series: HP Tahan Banting Gen Z

1 Februari 2026 | 14:48

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

1 Februari 2026 | 00:59

Tecno Spark 20 Pro Plus AMOLED: HP Layar Lengkung Harga 2 Jutaan

1 Februari 2026 | 00:35
Terbaru

Raja Terbaru Smartphone Dunia: Bukan HP China, Apple Kembali Dinobatkan di 2025!

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 01:14

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.