Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
  • Harga PS5 Turun Signifikan di Indonesia, Cek Daftar Diskon 2026
Sabtu, Februari 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Trending » 4 Alasan Daging Hiu Berbahaya, Bukan Cuma Merkuri Tinggi!
Trending

4 Alasan Daging Hiu Berbahaya, Bukan Cuma Merkuri Tinggi!

Olin SianturiOlin Sianturi30 September 2025 | 21:15
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Alasan Daging Hiu Berbahaya
Alasan Daging Hiu Berbahaya
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Penasaran kenapa daging hiu tidak boleh dimakan? Temukan 4 alasan daging hiu berbahaya, dari kadar merkuri tinggi hingga racun lain yang mengintai.

Belakangan ini, publik dihebohkan oleh kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kalimantan Barat. Salah satu menu yang menjadi sorotan adalah daging ikan hiu. Insiden ini kembali menyadarkan kita tentang risiko yang tersembunyi di balik konsumsi daging predator puncak lautan ini.

Mungkin sebagian orang menganggap daging hiu sebagai hidangan eksotis atau bahkan berkhasiat. Namun, di balik itu semua, ada sederet alasan ilmiah yang kuat mengapa kita sebaiknya menghindarinya. Ini bukan sekadar mitos, melainkan fakta yang didukung oleh sains.

Baca Juga

  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Terbaru Perkembangan IKN Awal 2026: Infrastruktur & Respon Warga

Advertisement

Ancaman Tersembunyi di Puncak Rantai Makanan

Untuk memahami bahaya mengonsumsi daging hiu, kita perlu tahu posisi mereka di ekosistem laut. Hiu adalah predator puncak, artinya mereka berada di posisi teratas dalam rantai makanan. Mereka memangsa ikan-ikan yang lebih kecil, yang juga memangsa organisme lain di bawahnya.

Proses ini menyebabkan sebuah fenomena yang disebut biomagnifikasi. Sederhananya, racun dan logam berat seperti merkuri yang ada di laut akan terakumulasi. Ikan kecil menyerap sedikit, ikan sedang yang memakannya akan mengakumulasi lebih banyak, dan hiu yang memangsa semuanya akan menjadi “gudang” penyimpanan konsentrasi tertinggi dari racun-racun tersebut.

4 Alasan Daging Hiu Berbahaya untuk Dikonsumsi

Insiden keracunan bukanlah satu-satunya alasan untuk waspada. Berikut adalah empat alasan utama mengapa daging hiu sangat tidak direkomendasikan untuk masuk ke piring makan Anda.

Baca Juga

  • 3 Pilar Utama Karir Maya Hasan 2026: Kiprah Musik Harpa Indonesia Menggema
  • 5 Titik Fenomena Air Terjun Dadakan Lombok, Menguak Misteri ‘Gunung Menangis’

Advertisement

1. Kontaminasi Merkuri yang Sangat Tinggi

Ini adalah alasan paling terkenal dan paling berbahaya. Akibat proses biomagnifikasi tadi, daging hiu mengandung kadar merkuri, terutama dalam bentuk metilmerkuri, yang sangat tinggi. Metilmerkuri adalah neurotoksin kuat, yang berarti racun ini secara spesifik menyerang sistem saraf.

Dampak keracunan merkuri bagi kesehatan manusia sangat serius, di antaranya:

  • Kerusakan otak dan sistem saraf permanen.
  • Gangguan perkembangan janin pada ibu hamil, yang bisa menyebabkan cacat lahir.
  • Masalah pada fungsi kognitif, memori, dan koordinasi motorik.
  • Kerusakan pada ginjal dan organ vital lainnya.

Anak-anak dan wanita hamil adalah kelompok yang paling rentan terhadap bahaya ini, bahkan dalam paparan tingkat rendah sekalipun.

Baca Juga

  • 3 Pesan Utama: Makna Natal dengan Empati PTPN III di Tengah Bencana
  • 3 Fakta Penting Danantara BRI Bantuan Aceh Tamiang Pasca Bencana

Advertisement

2. Kandungan Arsenik yang Tak Bisa Diabaikan

Selain merkuri, daging hiu juga diketahui mengandung kadar arsenik yang signifikan. Arsenik adalah logam berat lain yang sangat beracun bagi tubuh manusia. Paparan arsenik dalam jangka panjang, bahkan dalam dosis kecil, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Beberapa risiko kesehatan akibat kontaminasi arsenik meliputi peningkatan risiko kanker kulit, paru-paru, dan kandung kemih, serta masalah pada sistem kardiovaskular. Mengonsumsi daging yang terkontaminasi arsenik sama saja seperti memasukkan racun secara perlahan ke dalam tubuh.

3. Bau Pesing? Itu Karena Urea dan Amonia!

Pernahkah Anda mencium aroma pesing atau amonia yang tajam dari daging hiu? Ini bukan karena proses penyimpanan yang salah. Bau ini berasal dari urea yang secara alami terkandung dalam darah dan jaringan tubuh hiu.

Baca Juga

  • 4 Alasan Bantuan Kemanusiaan Bali Padang Tempuh Jarak 2.500 Km
  • Peringatan Terbaru PBB: 4 Bahaya Kepadatan Jakarta Terpadat Dunia

Advertisement

Hiu menggunakan urea untuk proses osmoregulasi, yaitu menyeimbangkan kadar garam di tubuhnya dengan air laut di sekitarnya. Saat hiu mati, urea ini akan terurai menjadi amonia. Amonia inilah yang menghasilkan bau pesing yang khas dan merupakan zat yang berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

4. Dampak Ekologis yang Merusak

Alasan terakhir mungkin tidak berhubungan langsung dengan kesehatan tubuh, tetapi sangat krusial bagi kesehatan planet kita. Hiu memegang peranan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Sebagai predator puncak, mereka mengontrol populasi ikan lain dan menjaga kesehatan terumbu karang.

Permintaan akan sirip dan daging hiu telah mendorong perburuan besar-besaran, yang membuat banyak spesies hiu kini berada di ambang kepunahan. Dengan tidak mengonsumsi daging hiu, kita turut serta dalam upaya konservasi dan menjaga kelestarian laut untuk generasi mendatang.

Baca Juga

  • 5 Fakta Salju Turun di Arab Saudi yang Menggegerkan Dunia
  • Terungkap! 7 Fakta Mencengangkan Dunia Lain Antartika yang Dihuni Ribuan Ikan

Advertisement

Jadi, Apakah Daging Hiu Layak Diambil Risikonya?

Melihat berbagai fakta di atas, jawaban tegasnya adalah tidak. Risiko kesehatan dari paparan logam berat seperti merkuri dan arsenik, ditambah dengan kandungan amonia, jelas jauh lebih besar daripada manfaat gizinya yang sebenarnya bisa didapatkan dari sumber protein lain yang lebih aman.

Ada banyak sekali pilihan ikan laut lain yang lebih aman dikonsumsi, seperti sarden, makarel, atau ikan kembung, yang justru kaya akan omega-3 dan rendah kontaminan. Memilih untuk tidak makan daging hiu adalah keputusan cerdas, baik untuk kesehatan diri sendiri maupun untuk keberlangsungan planet kita.

Baca Juga

  • 3 Siklon Tropis Kepung RI: Peringatan BMKG Terbaru dan Dampaknya 2025
  • 3 Barang Laris Manis di Harbolnas 12.12: Ini Tips Belanja Sukses!

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
bahaya merkuri daging hiu keracunan makanan Kesehatan satwa dilindungi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleWaspada! Ini 5 Bahaya Jarang Update Software HP di iPhone & Android
Next Article 7 Aplikasi Kamera HP Terbaik: Jepretan Auto Mirip DSLR!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 22:00

5 Fakta Terbaru Perkembangan IKN Awal 2026: Infrastruktur & Respon Warga

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 16:00

3 Pilar Utama Karir Maya Hasan 2026: Kiprah Musik Harpa Indonesia Menggema

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 02:00

5 Titik Fenomena Air Terjun Dadakan Lombok, Menguak Misteri ‘Gunung Menangis’

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 06:00

3 Pesan Utama: Makna Natal dengan Empati PTPN III di Tengah Bencana

Olin Sianturi22 Desember 2025 | 20:27

3 Fakta Penting Danantara BRI Bantuan Aceh Tamiang Pasca Bencana

Olin Sianturi22 Desember 2025 | 08:27
Pilihan Redaksi
Gadget

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

Olin Sianturi10 Februari 2026 | 16:34

Jakarta, 9 Februari 2026 — Audio jadi gaya hidup modern kini makin penting. Samsung Galaxy…

Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1

10 Februari 2026 | 06:07

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

8 Februari 2026 | 02:37
Terbaru

Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 22:00

5 Fakta Terbaru Perkembangan IKN Awal 2026: Infrastruktur & Respon Warga

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 16:00

3 Pilar Utama Karir Maya Hasan 2026: Kiprah Musik Harpa Indonesia Menggema

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 02:00

5 Titik Fenomena Air Terjun Dadakan Lombok, Menguak Misteri ‘Gunung Menangis’

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 06:00

3 Pesan Utama: Makna Natal dengan Empati PTPN III di Tengah Bencana

Olin Sianturi22 Desember 2025 | 20:27
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.