Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fitur Sony WF-1000XM6: TWS Flagship dengan AI Canggih

3 Maret 2026 | 09:50

Fitur About the Song Spotify: Bedah Rahasia di Balik Lagu

3 Maret 2026 | 09:18

Penggunaan ChatGPT Secara Personal Lebih Dominan dari Pekerjaan

3 Maret 2026 | 08:12
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fitur Sony WF-1000XM6: TWS Flagship dengan AI Canggih
  • Fitur About the Song Spotify: Bedah Rahasia di Balik Lagu
  • Penggunaan ChatGPT Secara Personal Lebih Dominan dari Pekerjaan
  • Laptop Gaming RTX 5080 Terbaik: Acer Predator Helios 18 AI Diskon Gede!
  • Jadwal Rilis PlayStation 6 Terancam Mundur Akibat Booming AI
  • Fitur Samsung Galaxy Watch 8 Terbaru: Desain Mewah & AI Canggih
  • Fitur Battery Share Google Pixel 10 Resmi Dihapus Karena Qi2
  • Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya
Kamis, Maret 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi 54%: 3 Fakta Pasar Foldable Q3 2025
Berita Tekno

Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi 54%: 3 Fakta Pasar Foldable Q3 2025

Olin SianturiOlin Sianturi4 Desember 2025 | 09:18
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi, Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pasar foldable global meledak di Q3 2025, tapi Pengiriman HP Lipat Xiaomi justru turun 54%. Simak analisis 3 faktor utama Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025.

Kuartal ketiga tahun 2025 mencatat rekor baru bagi industri ponsel pintar lipat global. Secara keseluruhan, pasar perangkat lipat mencatat kenaikan pengiriman yang signifikan, mencapai tingkat tertinggi yang pernah ada dalam satu kuartal.

Namun, di balik kabar gembira tersebut, tersimpan data mengejutkan yang melibatkan salah satu raksasa teknologi China: Xiaomi. Meskipun pasar global sedang melonjak, Xiaomi justru mengalami kemunduran drastis.

Baca Juga

  • Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya
  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Advertisement

Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa terjadi Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi hingga 54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi dan posisi Xiaomi di segmen premium yang sangat kompetitif ini.

Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025: Mencapai Puncak Baru

Sebelum membahas penurunan Xiaomi, penting untuk memahami betapa agresifnya pasar foldable global saat ini. Secara keseluruhan, pengiriman ponsel lipat di seluruh dunia melonjak 14% secara tahunan (YoY) di Q3 2025.

Angka 14% ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Salah satunya adalah semakin matangnya teknologi engsel dan penurunan harga, yang membuat perangkat ini semakin menarik bagi konsumen.

Baca Juga

  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026
  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Advertisement

Menurut Counterpoint Research, perangkat lipat kini mewakili 2,5% dari total seluruh pengiriman ponsel pintar secara global. Ini menunjukkan bahwa meskipun masih merupakan ceruk pasar, adopsi teknologi lipat semakin meluas.

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh momentum kuat pada model lipat horizontal (seperti tipe ‘buku’ atau book-style) dan peluncuran beberapa produk unggulan baru dari pesaing utama.

Mengapa Pasar Foldable Terus Naik?

Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025 tidak hanya didorong oleh inovasi, tetapi juga oleh strategi pemasaran yang lebih luas. Kini, perangkat lipat tidak hanya dirilis di China dan Korea, tetapi juga menyebar ke pasar Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika.

Baca Juga

  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas
  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Advertisement

Berikut adalah beberapa pendorong utama yang membuat pasar ini mencapai puncaknya di Q3 2025:

  • Peluncuran Flagship Baru: Beberapa merek meluncurkan model generasi terbaru mereka di kuartal ini, membawa peningkatan signifikan pada daya tahan, baterai, dan kamera.
  • Dominasi Model Horizontal: Model foldable berukuran besar (yang dibuka seperti buku) semakin diminati karena menawarkan produktivitas tinggi, menarik bagi pengguna profesional.
  • Penetrasi Harga: Persaingan ketat memaksa beberapa produsen menurunkan harga awal, menjadikan perangkat ini lebih mudah diakses oleh segmen premium yang lebih luas.

Kontras Mencolok: Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi 54%

Di tengah perayaan pertumbuhan global, data mengenai Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi terasa sangat kontradiktif. Penurunan 54% adalah angka yang masif dan menunjukkan adanya pergeseran dinamika pasar yang tidak menguntungkan bagi merek tersebut.

Lantas, apa yang menyebabkan Xiaomi, yang dikenal agresif dalam inovasi dan harga, mengalami penurunan performa yang begitu signifikan di Q3 2025?

Baca Juga

  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah
  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Advertisement

Analisis pasar menunjukkan bahwa ada tiga faktor utama yang berkontribusi pada kemunduran ini. Kombinasi faktor internal dan tekanan eksternal menciptakan badai sempurna yang menahan momentum Xiaomi.

Tiga Faktor Utama di Balik Anjloknya Performa Xiaomi

1. Siklus Produk dan Kekosongan Model Baru

Salah satu alasan paling jelas di balik anjloknya pengiriman adalah siklus produk yang tidak sinkron. Kuartal ketiga 2025 adalah periode di mana beberapa pesaing utama meluncurkan model lipat generasi terbaru mereka, menciptakan antusiasme dan memicu peningkatan pembelian.

Sementara itu, Xiaomi tidak merilis Mix Fold baru yang cukup berdampak pada kuartal tersebut. Konsumen cenderung menahan pembelian perangkat lipat lama mereka sambil menunggu peluncuran generasi berikutnya, atau beralih ke merek pesaing yang baru saja merilis model mutakhir.

Baca Juga

  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas
  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta

Advertisement

2. Tekanan Kompetitif yang Sangat Tinggi

Pasar ponsel lipat kini jauh lebih padat dan kompetitif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Merek-merek seperti Honor dan Huawei menunjukkan peningkatan yang luar biasa, terutama di pasar China yang merupakan benteng utama Xiaomi.

Pesaing tidak hanya menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi juga inovasi yang menarik, seperti desain yang lebih tipis atau daya tahan yang lebih baik. Ketatnya persaingan ini secara langsung memotong pangsa pasar Xiaomi.

3. Ketersediaan yang Terbatas di Pasar Global

Meskipun Xiaomi adalah pemain global, perangkat lipat mereka, terutama seri Mix Fold, cenderung lebih fokus pada pasar domestik China. Ini menjadi kerugian besar ketika pasar global lainnya, seperti Eropa dan Asia Tenggara, mengalami lonjakan Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025.

Baca Juga

  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru
  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI

Advertisement

Sementara Samsung dan beberapa merek China lainnya telah memperluas ketersediaan model lipat mereka secara agresif ke berbagai wilayah, strategi Xiaomi yang lebih tertutup membuat mereka kehilangan kesempatan untuk meraih pangsa pasar dari peningkatan adopsi global.

Strategi Pesaing yang Mendorong Dominasi Pasar

Untuk benar-benar memahami posisi Xiaomi, kita harus melihat bagaimana pesaing utama memanfaatkan momentum di Q3 2025. Perusahaan yang berhasil mencatat pertumbuhan didorong oleh strategi yang berani dan fokus pada pengalaman pengguna.

Samsung, misalnya, terus mendominasi pasar global dengan perangkat yang menawarkan konsistensi dan ekosistem yang matang. Peluncuran model terbaru mereka di Q3 2025 secara efektif menyerap sebagian besar permintaan global.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%
  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!

Advertisement

Di sisi lain, merek seperti Honor dan Huawei semakin agresif di pasar Asia. Mereka menawarkan perangkat dengan inovasi desain yang menonjol dan integrasi perangkat lunak yang disesuaikan untuk kebutuhan lokal, memberikan nilai tambah yang kuat.

Xiaomi perlu segera meninjau ulang strategi harga dan distribusi global mereka jika ingin kembali bersaing secara efektif di segmen premium ini.

Proyeksi dan Langkah Strategis Xiaomi ke Depan

Meskipun angka Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi sebesar 54% terlihat mengkhawatirkan, ini bukanlah akhir dari permainan. Xiaomi memiliki sumber daya dan kapasitas inovasi untuk membalikkan keadaan dalam kuartal mendatang.

Baca Juga

  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul
  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM

Advertisement

Langkah kunci yang harus diambil Xiaomi adalah memastikan peluncuran Mix Fold generasi berikutnya terjadi tepat waktu dan membawa perbaikan signifikan yang membedakannya dari pesaing.

Selain itu, Xiaomi harus mengambil langkah berani untuk memperluas ketersediaan perangkat lipat mereka di luar China. Hanya dengan bersaing di arena global, Xiaomi dapat memanfaatkan penuh Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025 yang diperkirakan akan terus berlanjut.

Dari sisi perangkat lunak, Xiaomi juga terus memperkuat ekosistem mereka, khususnya dengan fitur-fitur terbaru HyperOS. Integrasi yang lebih mulus antara perangkat lipat dan ekosistem Xiaomi yang luas dapat menjadi daya tarik unik bagi pengguna setia mereka.

Baca Juga

  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan
  • 4 Cara Ampuh Lindungi Anak dari Bahaya Radikalisme Media Sosial

Advertisement

Pasar ponsel lipat adalah maraton, bukan sprint. Sementara Q3 2025 menjadi periode yang sulit bagi Xiaomi, fokus pada inovasi produk dan perluasan pasar global adalah kunci untuk kembali ke jalur pertumbuhan pada Q4 2025 dan tahun-tahun berikutnya.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
HP Lipat HyperOS pasar smartphone Smartphone Foldable Xiaomi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleOnePlus 11 Kebagian Update Android 16: Cek 7 Pembaharuan OxygenOS 16 Ini
Next Article 5 Fitur Kunci Bocoran One UI 8.5 Terbaru: Upgrade Baterai dan DeX
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Xiaomi Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi Meluncur: 2000 Nits!

Olin Sianturi5 Februari 2026 | 04:50

Harga dan Spesifikasi Redmi Note 15 Series: HP Tahan Banting Gen Z

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 14:48

Xiaomi Sound 2 Pro: Speaker Hi-Fi 60W dengan HyperOS & Desain Bauhaus

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:27
Pilihan Redaksi
Tech

8 Cara Ampuh Membuka Pola HP yang Lupa, Jamin Berhasil!

Olin Sianturi23 Maret 2025 | 23:44

Lupa pola HP? Jangan panik! Coba 8 cara ampuh membuka Pola HP yang Lupa, termasuk…

Fitur Battery Share Google Pixel 10 Resmi Dihapus Karena Qi2

27 Februari 2026 | 14:55

Laptop Gaming RTX 5080 Terbaik: Acer Predator Helios 18 AI Diskon Gede!

3 Maret 2026 | 07:17

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

27 Februari 2026 | 09:03

Fitur Sony WF-1000XM6: TWS Flagship dengan AI Canggih

3 Maret 2026 | 09:50
Terbaru

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Xiaomi Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi Meluncur: 2000 Nits!

Olin Sianturi5 Februari 2026 | 04:50

Harga dan Spesifikasi Redmi Note 15 Series: HP Tahan Banting Gen Z

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 14:48
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.