Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Philips Lighting Store Surabaya Hadir dengan Wajah Baru, Solusi Smart Lighting untuk Rumah Modern Makin Mudah

27 Juli 2026 | 15:56

Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern

25 Juli 2026 | 14:39

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Philips Lighting Store Surabaya Hadir dengan Wajah Baru, Solusi Smart Lighting untuk Rumah Modern Makin Mudah
  • Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
Selasa, Juli 28
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 3 Fakta Mengejutkan Dampak Meteor Jatuh di Cirebon, Penjelasan Peneliti BRIN
Berita Tekno

3 Fakta Mengejutkan Dampak Meteor Jatuh di Cirebon, Penjelasan Peneliti BRIN

Olin SianturiOlin Sianturi6 Oktober 2025 | 17:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Dampak meteor jatuh Cirebon, Penjelasan peneliti BRIN
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Geger bola api di Cirebon! Simak 3 fakta mengejutkan tentang dampak meteor jatuh Cirebon. Penjelasan peneliti BRIN mengungkap besarnya meteor dan risiko yang dihadapi.

Warga di wilayah Cirebon, Jawa Barat, dan sekitarnya dikejutkan oleh fenomena langit yang luar biasa pada malam hari. Sebuah cahaya terang yang melesat cepat, diikuti oleh dentuman keras, sempat membuat masyarakat bertanya-tanya: benda apakah itu?

Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (5/10) ini segera menjadi topik hangat, memicu spekulasi di media sosial. Beruntungnya, Indonesia memiliki lembaga ahli yang sigap memberikan pencerahan ilmiah.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui salah satu peneliti utamanya, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut bukan sekadar kilat atau fenomena pesawat terbang. Peristiwa itu merupakan masuknya meteor yang cukup besar ke atmosfer Bumi.

Geger Dentuman Keras: Konfirmasi Meteor Jatuh Cirebon

Kesaksian dari berbagai pihak di Kabupaten Cirebon dan Kuningan menggambarkan sebuah bola api besar yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Yang paling mengesankan, fenomena tersebut diiringi oleh dentuman yang begitu kuat hingga menimbulkan getaran di permukaan tanah.

Fenomena ini bukan hanya terekam oleh mata telanjang, tetapi juga berhasil ditangkap oleh kamera CCTV di beberapa lokasi. Rekaman tersebut menunjukkan kilatan cahaya yang sangat intens sebelum meredup.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, segera memberikan konfirmasi dan analisis awal mengenai insiden ini. Dalam pernyataannya, ia tegas menyimpulkan bahwa objek yang masuk tersebut adalah meteor berukuran signifikan.

Konfirmasi ini didasarkan pada dua bukti utama. Pertama, kesaksian visual yang konsisten dari masyarakat luas. Kedua, adanya data seismik yang tercatat.

Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa getaran yang menyertai fenomena tersebut terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Cirebon pada pukul 18:39:12 WIB. Ini memberikan titik waktu yang sangat presisi mengenai kapan puncak fragmentasi atau ledakan terjadi di udara.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Penjelasan Peneliti BRIN: Seberapa Besar Meteor yang Masuk?

Banyak masyarakat yang bertanya, seberapa besar ukuran meteor yang bisa menghasilkan dentuman sedahsyat itu, dan apa sebenarnya yang menyebabkan getaran tersebut?

Menurut penjelasan peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, meteor yang masuk ke atmosfer Bumi biasanya terbakar dan hancur karena gesekan. Namun, jika ukurannya cukup besar—diperkirakan beberapa meter lebarnya—ia akan menciptakan gelombang kejut (shockwave) saat melaju dengan kecepatan hipersonik.

Gelombang kejut inilah yang kita dengar sebagai dentuman dan rasakan sebagai getaran.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement

Ketika objek luar angkasa seperti meteor memasuki atmosfer, ia mengalami pemanasan ekstrem. Pemanasan ini menyebabkan tekanan internal yang hebat, dan pada akhirnya, objek tersebut akan pecah berkeping-keping. Proses fragmentasi ini menghasilkan ledakan udara, atau yang biasa disebut airburst.

Berdasarkan data BMKG Cirebon dan intensitas dentuman, dapat disimpulkan bahwa meteor ini tergolong besar. Fenomena ini mengingatkan kita pada peristiwa meteor Chelyabinsk di Rusia pada tahun 2013, meskipun skala dampak meteor jatuh Cirebon ini diperkirakan jauh lebih kecil.

3 Fakta Ilmiah Dampak Meteor Jatuh Cirebon yang Perlu Anda Tahu

Untuk memahami lebih dalam mengenai insiden di Cirebon ini, berikut adalah tiga fakta ilmiah penting yang dijelaskan oleh para peneliti mengenai fenomena meteor besar:

Baca Juga

  • Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru
  • Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan

Advertisement

  • Dentuman Keras Adalah Sonic Boom, Bukan Ledakan di Tanah

    Dentuman yang dirasakan warga Cirebon bukanlah ledakan di permukaan bumi, melainkan efek dari gelombang kejut yang dihasilkan oleh meteor yang melaju melebihi kecepatan suara (sonic boom). Gelombang kejut ini diperkuat saat meteor mengalami fragmentasi di udara. Artinya, meskipun suaranya dahsyat, potensi kerusakan di permukaan sangat minim karena ledakan terjadi di ketinggian puluhan kilometer.

  • Sebagian Besar Meteor Sudah Habis Terbakar

    Baca Juga

    • Krisis Chip Smartphone Global Bikin Penjualan HP Anjlok
    • Cara Cetak Kartu Keluarga Online Tanpa Antre di Dukcapil

    Advertisement

    Meskipun ukurannya besar saat masuk, mayoritas material meteor sudah habis terbakar dan menguap menjadi debu di lapisan atmosfer. Jika ada puing yang tersisa, material tersebut biasanya berupa pecahan kecil atau meteorit yang melambat drastis karena gesekan. Inilah yang menjelaskan mengapa meski ada dentuman hebat, tidak ada laporan kerusakan serius akibat benturan material luar angkasa.

  • Indonesia Rentan Terhadap Fenomena Antariksa

    Secara ilmiah, Bumi terus menerus dihujani oleh jutaan benda kecil luar angkasa. Namun, wilayah Indonesia—yang luas dan terletak di garis khatulistiwa—memiliki populasi yang cukup padat sehingga potensi kesaksian visual terhadap benda jatuh menjadi lebih tinggi. Penjelasan peneliti BRIN menegaskan bahwa fenomena seperti ini wajar terjadi, dan sistem pemantauan BRIN terus bekerja untuk melacak objek yang berpotensi berbahaya.

    Baca Juga

    • Sistem Peringatan Dini Gempa: Rahasia Jepang Hadapi Bencana
    • Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

    Advertisement

Pentingnya Pemantauan Benda Dekat Bumi (Near-Earth Objects)

Fenomena dampak meteor jatuh Cirebon kembali menyoroti pentingnya program pemantauan benda-benda antariksa yang dilakukan oleh BRIN.

BRIN, melalui Pusat Riset Antariksa, secara aktif memantau keberadaan Benda Dekat Bumi (Near-Earth Objects atau NEOs). Meskipun meteor yang jatuh di Cirebon tergolong objek yang muncul tiba-tiba dan sulit dideteksi jauh sebelumnya karena ukurannya yang relatif kecil (dibanding asteroid raksasa), pemantauan tetap vital.

Thomas Djamaluddin menekankan bahwa fokus utama pemantauan adalah objek-objek berukuran besar yang berpotensi menimbulkan bencana global jika menabrak Bumi. Objek berukuran beberapa meter seperti yang terjadi di Cirebon adalah bagian dari “hujan kosmik” harian yang terjadi di seluruh dunia.

Baca Juga

  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China
  • Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Advertisement

Kehadiran sistem pemantauan ini memastikan bahwa, jika ada ancaman serius dari objek yang jauh lebih besar, pemerintah dan masyarakat dapat dipersiapkan jauh-jauh hari.

Kesimpulan dan Edukasi Sains

Insiden di Cirebon berhasil membangkitkan rasa ingin tahu masyarakat tentang dunia antariksa. Penjelasan peneliti BRIN memberikan ketenangan sekaligus edukasi bahwa fenomena alam ini—meskipun dramatis—adalah hal yang wajar terjadi.

Penting bagi masyarakat untuk tidak panik dan selalu mengandalkan informasi dari sumber ilmiah terpercaya seperti BRIN. Dentuman keras dan bola api tersebut adalah tanda bahwa Bumi masih terus berinteraksi dengan sisa-sisa material tata surya kita.

Baca Juga

  • Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan
  • Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Advertisement

Dengan adanya konfirmasi dan analisis cepat dari Thomas Djamaluddin, kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak meteor jatuh Cirebon. Kita belajar bahwa sains mampu menjelaskan peristiwa alam yang paling mengejutkan sekalipun.

Mari kita terus dukung riset antariksa nasional, karena langit di atas kita menyimpan banyak rahasia yang perlu diungkap.

Baca Juga

  • PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial
  • Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
bola api BRIN fenomena antariksa meteor Cirebon Thomas Djamaluddin
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Hal Penting Soal Ancaman Ransomware Lockbit 5.0 Terbaru
Next Article 7 Langkah Cepat Jika Terima Notifikasi Apple Spyware Ini
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Tech

6 Cara Mudah Mencairkan Bunga Es di Kulkas Sharp

Olin Sianturi7 Maret 2025 | 16:48

Pelajari 6 cara mudah mencairkan bunga es di kulkas Sharp menggunakan fitur pencairan otomatis. Kulkas…

Instagram Basic Mode Telkomsel Resmi Rilis, Tetap Online!

3 April 2026 | 04:22

Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern

25 Juli 2026 | 14:39

Xiaomi Smart Bath Heater G20: Pemanas Graphene 2800W Resmi Rilis

20 Maret 2026 | 08:12

5 Kriteria Pilih Layar Glossy vs Matte Laptop: Terbaik untuk Desain Grafis

2 Desember 2025 | 03:18
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.