Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Spesifikasi Vivo X300 Ultra Resmi Global, Kamera ZEISS 200 MP

20 April 2026 | 04:55

Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun di Tengah Ledakan AI

20 April 2026 | 03:55

iCar V23 Pro Plus Collector Series Terjual 16 Unit di Indonesia

20 April 2026 | 02:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Spesifikasi Vivo X300 Ultra Resmi Global, Kamera ZEISS 200 MP
  • Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun di Tengah Ledakan AI
  • iCar V23 Pro Plus Collector Series Terjual 16 Unit di Indonesia
  • Update One UI 9 Samsung: Fitur Baru dan Daftar HP Penerima
  • Tablet Performa Setara Laptop 2026: 5 Pilihan Terbaik
  • Sewa tubuh manusia untuk AI: Tren Gig Economy Masa Depan
  • Spesifikasi Wuling Eksion Terbaru: SUV 7-Seater EV dan PHEV
  • Senjata PUBG Mobile Terbaik untuk Pemula Versi Microboy
Senin, April 20
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi 54%: 3 Fakta Pasar Foldable Q3 2025
Berita Tekno

Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi 54%: 3 Fakta Pasar Foldable Q3 2025

Olin SianturiOlin Sianturi4 Desember 2025 | 09:18
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi, Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pasar foldable global meledak di Q3 2025, tapi Pengiriman HP Lipat Xiaomi justru turun 54%. Simak analisis 3 faktor utama Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025.

Kuartal ketiga tahun 2025 mencatat rekor baru bagi industri ponsel pintar lipat global. Secara keseluruhan, pasar perangkat lipat mencatat kenaikan pengiriman yang signifikan, mencapai tingkat tertinggi yang pernah ada dalam satu kuartal.

Namun, di balik kabar gembira tersebut, tersimpan data mengejutkan yang melibatkan salah satu raksasa teknologi China: Xiaomi. Meskipun pasar global sedang melonjak, Xiaomi justru mengalami kemunduran drastis.

Baca Juga

  • Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun di Tengah Ledakan AI
  • Sewa tubuh manusia untuk AI: Tren Gig Economy Masa Depan

Advertisement

Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa terjadi Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi hingga 54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi dan posisi Xiaomi di segmen premium yang sangat kompetitif ini.

Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025: Mencapai Puncak Baru

Sebelum membahas penurunan Xiaomi, penting untuk memahami betapa agresifnya pasar foldable global saat ini. Secara keseluruhan, pengiriman ponsel lipat di seluruh dunia melonjak 14% secara tahunan (YoY) di Q3 2025.

Angka 14% ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Salah satunya adalah semakin matangnya teknologi engsel dan penurunan harga, yang membuat perangkat ini semakin menarik bagi konsumen.

Baca Juga

  • Mafia siber BreachForums ditangkap, Ternyata Masih Usia 20 Tahun
  • Digitalisasi UMKM Jakarta Dorong Perputaran Ekonomi Rp67,5 Triliun

Advertisement

Menurut Counterpoint Research, perangkat lipat kini mewakili 2,5% dari total seluruh pengiriman ponsel pintar secara global. Ini menunjukkan bahwa meskipun masih merupakan ceruk pasar, adopsi teknologi lipat semakin meluas.

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh momentum kuat pada model lipat horizontal (seperti tipe ‘buku’ atau book-style) dan peluncuran beberapa produk unggulan baru dari pesaing utama.

Mengapa Pasar Foldable Terus Naik?

Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025 tidak hanya didorong oleh inovasi, tetapi juga oleh strategi pemasaran yang lebih luas. Kini, perangkat lipat tidak hanya dirilis di China dan Korea, tetapi juga menyebar ke pasar Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika.

Baca Juga

  • Fitur AI Google Photos Kini Bisa Akses Galeri Pribadi Anda
  • Ketergantungan militer AS pada Starlink Kian Mengkhawatirkan

Advertisement

Berikut adalah beberapa pendorong utama yang membuat pasar ini mencapai puncaknya di Q3 2025:

  • Peluncuran Flagship Baru: Beberapa merek meluncurkan model generasi terbaru mereka di kuartal ini, membawa peningkatan signifikan pada daya tahan, baterai, dan kamera.
  • Dominasi Model Horizontal: Model foldable berukuran besar (yang dibuka seperti buku) semakin diminati karena menawarkan produktivitas tinggi, menarik bagi pengguna profesional.
  • Penetrasi Harga: Persaingan ketat memaksa beberapa produsen menurunkan harga awal, menjadikan perangkat ini lebih mudah diakses oleh segmen premium yang lebih luas.

Kontras Mencolok: Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi 54%

Di tengah perayaan pertumbuhan global, data mengenai Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi terasa sangat kontradiktif. Penurunan 54% adalah angka yang masif dan menunjukkan adanya pergeseran dinamika pasar yang tidak menguntungkan bagi merek tersebut.

Lantas, apa yang menyebabkan Xiaomi, yang dikenal agresif dalam inovasi dan harga, mengalami penurunan performa yang begitu signifikan di Q3 2025?

Baca Juga

  • Awal Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, BMKG Beri Peringatan
  • Solusi Internet Wilayah 3T: Satelit Jadi Kunci Atasi Kesenjangan

Advertisement

Analisis pasar menunjukkan bahwa ada tiga faktor utama yang berkontribusi pada kemunduran ini. Kombinasi faktor internal dan tekanan eksternal menciptakan badai sempurna yang menahan momentum Xiaomi.

Tiga Faktor Utama di Balik Anjloknya Performa Xiaomi

1. Siklus Produk dan Kekosongan Model Baru

Salah satu alasan paling jelas di balik anjloknya pengiriman adalah siklus produk yang tidak sinkron. Kuartal ketiga 2025 adalah periode di mana beberapa pesaing utama meluncurkan model lipat generasi terbaru mereka, menciptakan antusiasme dan memicu peningkatan pembelian.

Sementara itu, Xiaomi tidak merilis Mix Fold baru yang cukup berdampak pada kuartal tersebut. Konsumen cenderung menahan pembelian perangkat lipat lama mereka sambil menunggu peluncuran generasi berikutnya, atau beralih ke merek pesaing yang baru saja merilis model mutakhir.

Baca Juga

  • PHK Massal Karyawan Meta Kembali Terjadi Demi Ambisi AI
  • Mitigasi Penyalahgunaan Nama Domain: PANDI dan TNN Kolaborasi

Advertisement

2. Tekanan Kompetitif yang Sangat Tinggi

Pasar ponsel lipat kini jauh lebih padat dan kompetitif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Merek-merek seperti Honor dan Huawei menunjukkan peningkatan yang luar biasa, terutama di pasar China yang merupakan benteng utama Xiaomi.

Pesaing tidak hanya menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi juga inovasi yang menarik, seperti desain yang lebih tipis atau daya tahan yang lebih baik. Ketatnya persaingan ini secara langsung memotong pangsa pasar Xiaomi.

3. Ketersediaan yang Terbatas di Pasar Global

Meskipun Xiaomi adalah pemain global, perangkat lipat mereka, terutama seri Mix Fold, cenderung lebih fokus pada pasar domestik China. Ini menjadi kerugian besar ketika pasar global lainnya, seperti Eropa dan Asia Tenggara, mengalami lonjakan Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025.

Baca Juga

  • Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul
  • Temuan Jamur Pemakan Emas: Revolusi Baru Dunia Pertambangan

Advertisement

Sementara Samsung dan beberapa merek China lainnya telah memperluas ketersediaan model lipat mereka secara agresif ke berbagai wilayah, strategi Xiaomi yang lebih tertutup membuat mereka kehilangan kesempatan untuk meraih pangsa pasar dari peningkatan adopsi global.

Strategi Pesaing yang Mendorong Dominasi Pasar

Untuk benar-benar memahami posisi Xiaomi, kita harus melihat bagaimana pesaing utama memanfaatkan momentum di Q3 2025. Perusahaan yang berhasil mencatat pertumbuhan didorong oleh strategi yang berani dan fokus pada pengalaman pengguna.

Samsung, misalnya, terus mendominasi pasar global dengan perangkat yang menawarkan konsistensi dan ekosistem yang matang. Peluncuran model terbaru mereka di Q3 2025 secara efektif menyerap sebagian besar permintaan global.

Baca Juga

  • Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya
  • Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz

Advertisement

Di sisi lain, merek seperti Honor dan Huawei semakin agresif di pasar Asia. Mereka menawarkan perangkat dengan inovasi desain yang menonjol dan integrasi perangkat lunak yang disesuaikan untuk kebutuhan lokal, memberikan nilai tambah yang kuat.

Xiaomi perlu segera meninjau ulang strategi harga dan distribusi global mereka jika ingin kembali bersaing secara efektif di segmen premium ini.

Proyeksi dan Langkah Strategis Xiaomi ke Depan

Meskipun angka Penurunan Pengiriman HP Lipat Xiaomi sebesar 54% terlihat mengkhawatirkan, ini bukanlah akhir dari permainan. Xiaomi memiliki sumber daya dan kapasitas inovasi untuk membalikkan keadaan dalam kuartal mendatang.

Baca Juga

  • Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak
  • Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat

Advertisement

Langkah kunci yang harus diambil Xiaomi adalah memastikan peluncuran Mix Fold generasi berikutnya terjadi tepat waktu dan membawa perbaikan signifikan yang membedakannya dari pesaing.

Selain itu, Xiaomi harus mengambil langkah berani untuk memperluas ketersediaan perangkat lipat mereka di luar China. Hanya dengan bersaing di arena global, Xiaomi dapat memanfaatkan penuh Pertumbuhan Pasar Foldable Q3 2025 yang diperkirakan akan terus berlanjut.

Dari sisi perangkat lunak, Xiaomi juga terus memperkuat ekosistem mereka, khususnya dengan fitur-fitur terbaru HyperOS. Integrasi yang lebih mulus antara perangkat lipat dan ekosistem Xiaomi yang luas dapat menjadi daya tarik unik bagi pengguna setia mereka.

Baca Juga

  • Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama
  • Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga

Advertisement

Pasar ponsel lipat adalah maraton, bukan sprint. Sementara Q3 2025 menjadi periode yang sulit bagi Xiaomi, fokus pada inovasi produk dan perluasan pasar global adalah kunci untuk kembali ke jalur pertumbuhan pada Q4 2025 dan tahun-tahun berikutnya.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
HP Lipat HyperOS pasar smartphone Smartphone Foldable Xiaomi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleOnePlus 11 Kebagian Update Android 16: Cek 7 Pembaharuan OxygenOS 16 Ini
Next Article 5 Fitur Kunci Bocoran One UI 8.5 Terbaru: Upgrade Baterai dan DeX
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun di Tengah Ledakan AI

Iphan S20 April 2026 | 03:55

Sewa tubuh manusia untuk AI: Tren Gig Economy Masa Depan

Iphan S19 April 2026 | 23:55

Mafia siber BreachForums ditangkap, Ternyata Masih Usia 20 Tahun

Ana Octarin19 April 2026 | 18:55

Redmi R70 5G Baterai Jumbo Resmi Rilis, Harga Rp3 Jutaan!

Olin Sianturi19 April 2026 | 14:55

Digitalisasi UMKM Jakarta Dorong Perputaran Ekonomi Rp67,5 Triliun

Ana Octarin19 April 2026 | 13:55

Fitur AI Google Photos Kini Bisa Akses Galeri Pribadi Anda

Ana Octarin19 April 2026 | 09:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Mitigasi Penyalahgunaan Nama Domain: PANDI dan TNN Kolaborasi

Olin Sianturi18 April 2026 | 12:55

Mitigasi penyalahgunaan nama domain menjadi prioritas utama bagi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam…

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

15 April 2026 | 00:55

Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026

17 April 2026 | 22:55

Tablet Performa Setara Laptop 2026: 5 Pilihan Terbaik

20 April 2026 | 00:55

Xiaomi Robot Vacuum H50 Series Resmi Hadir di Indonesia

17 April 2026 | 08:55
Terbaru

Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun di Tengah Ledakan AI

Iphan S20 April 2026 | 03:55

Sewa tubuh manusia untuk AI: Tren Gig Economy Masa Depan

Iphan S19 April 2026 | 23:55

Mafia siber BreachForums ditangkap, Ternyata Masih Usia 20 Tahun

Ana Octarin19 April 2026 | 18:55

Redmi R70 5G Baterai Jumbo Resmi Rilis, Harga Rp3 Jutaan!

Olin Sianturi19 April 2026 | 14:55

Digitalisasi UMKM Jakarta Dorong Perputaran Ekonomi Rp67,5 Triliun

Ana Octarin19 April 2026 | 13:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.