Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi

15 April 2026 | 23:55

Pameran Busworld Southeast Asia 2026 Siap Digelar di JIExpo

15 April 2026 | 22:55

Strategi Game Gratis Epic Games Belum Mampu Tumbangkan Steam?

15 April 2026 | 21:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi
  • Pameran Busworld Southeast Asia 2026 Siap Digelar di JIExpo
  • Strategi Game Gratis Epic Games Belum Mampu Tumbangkan Steam?
  • Fitur Aksesibilitas Call of Duty Hadir Lewat Pilot Cephable
  • Bocoran Samsung Galaxy Z Flip 8: Desain Tipis dan Performa Gahar
  • Serangan rumah Sam Altman: Bos OpenAI Jadi Target Teror Bom
  • Penjualan Mobil Listrik Changan Pecahkan Rekor Baru di 2025
  • Bocoran DJI Osmo Pocket 4 Pro: Lensa Ganda dan Video 4K 240fps
Kamis, April 16
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 5 Fakta Mengejutkan Evolusi Ciuman Pertama: Jauh Lebih Awal dari Manusia
Berita Tekno

5 Fakta Mengejutkan Evolusi Ciuman Pertama: Jauh Lebih Awal dari Manusia

Olin SianturiOlin Sianturi26 November 2025 | 05:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Evolusi ciuman pertama, sejarah ciuman kera besar
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Siapa sangka, evolusi ciuman pertama ternyata sudah terjadi sejak jutaan tahun lalu! Penelitian Oxford mengungkap sejarah ciuman kera besar yang mengejutkan.

Menggali Akar Evolusi Ciuman Pertama: Menggeser Garis Waktu

Selama ini, ciuman—sebagai bentuk ekspresi kasih sayang, keintiman, atau bahkan sapaan—identik dan hampir secara eksklusif dikaitkan dengan perilaku manusia modern. Pemahaman konvensional sering kali menempatkan ciuman sebagai fenomena budaya yang muncul relatif baru dalam lini masa sejarah peradaban.

Namun, studi ilmiah terbaru telah menggemparkan pandangan tersebut. Penelitian mendalam mengenai perilaku primata menunjukkan bahwa kontak mulut ke mulut, yang secara ilmiah memenuhi definisi ciuman, jauh lebih tua dari yang kita duga. Ini memaksa kita untuk meninjau kembali garis waktu evolusi ciuman pertama.

Baca Juga

  • HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi
  • Serangan rumah Sam Altman: Bos OpenAI Jadi Target Teror Bom

Advertisement

Studi mutakhir yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behavior telah memberikan bukti kuat mengenai hal ini. Riset yang dilakukan oleh para ahli biologi evolusi dari Universitas Oxford menemukan bahwa ciuman memiliki akar evolusioner yang sangat purba, bukan hanya dimiliki oleh Homo sapiens.

Penemuan ini tidak hanya sekadar fakta menarik, melainkan juga sebuah wawasan mendalam mengenai bagaimana ikatan sosial dan perilaku intim berkembang di antara spesies primata.

5 Bukti Ilmiah Sejarah Ciuman Kera Besar

Penelitian yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi terkemuka, Matilda Brindle, mengungkap bahwa perilaku menyerupai ciuman pada nenek moyang kita telah ada jauh sebelum manusia modern muncul. Berikut adalah lima bukti krusial yang menjelaskan penemuan ini.

Baca Juga

  • Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam
  • Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

Advertisement

1. Usia yang Jauh Lebih Tua: Era Miosen

Temuan ini secara spesifik menunjuk pada rentang waktu yang menakjubkan: antara 21,5 hingga 16,9 juta tahun yang lalu. Periode ini menempatkan asal-usul perilaku ciuman pada era Miosen, jauh sebelum spesies manusia berevolusi dan mendominasi bumi.

2. Berasal dari Nenek Moyang Kera Besar

Baca Juga

  • Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia
  • Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

Advertisement

Perilaku ini didokumentasikan pada nenek moyang kera besar (great apes) — kelompok yang mencakup orangutan, simpanse, dan tentu saja, manusia. Ini menegaskan bahwa ciuman adalah warisan perilaku yang kita miliki bersama.

3. Definisi Ilmiah yang Luas

Para peneliti menggunakan definisi ilmiah yang lebih luas untuk ciuman, yaitu kontak mulut ke mulut yang terjadi untuk tujuan selain agresi. Definisi ini mencakup sentuhan, gesekan, atau interaksi oral yang ditujukan untuk ikatan atau transfer nutrisi.

Baca Juga

  • Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif
  • Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih

Advertisement

4. Bukan Fenomena Khas Manusia

Studi ini secara tegas membantah anggapan bahwa ciuman adalah perilaku khas manusia. Selain simpanse dan orangutan, spesies lain seperti beruang kutub juga diketahui melakukan kontak mulut ke mulut yang sesuai dengan kriteria ilmiah ciuman. Hal ini membuktikan bahwa sejarah ciuman kera besar hanya sebagian kecil dari cerita evolusi yang lebih besar.

5. Bukti dari Primata Modern

Baca Juga

  • Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia
  • Layanan internet MyRepublic Air Meluncur, Ini Harga & Kotanya

Advertisement

Pengamatan terhadap primata modern menunjukkan variasi perilaku “ciuman” atau kontak oral. Simpanse, misalnya, sering melakukan kontak mulut sebagai bagian dari rekonsiliasi setelah konflik, menunjukkan fungsi sosial yang kompleks.

Mengapa Ciuman Bukan Fenomena Khas Manusia?

Ketika kita membahas evolusi ciuman pertama, penting untuk memisahkan ciuman romantis ala Hollywood dengan perilaku kontak oral pada hewan. Beberapa spesies hewan menunjukkan perilaku serupa yang memiliki fungsi penting.

  • Beruang Kutub: Mereka sering menggosokkan moncong dan hidung sebagai bentuk sapaan non-agresif.
  • Simpanse dan Bonobo: Kontak mulut sering terjadi dalam konteks rekonsiliasi dan penguatan ikatan sosial setelah pertengkaran.
  • Orangutan: Interaksi mulut ke mulut dapat diamati, terutama antara induk dan anak, yang sering terkait dengan transfer makanan atau kenyamanan.

Fakta bahwa perilaku ini muncul secara independen pada garis keturunan evolusioner yang berbeda menunjukkan bahwa ia memiliki manfaat biologis dan sosial yang kuat, jauh melampaui sekadar romansa.

Baca Juga

  • Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri
  • Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Advertisement

Fungsi Ciuman Primitif: Lebih dari Sekedar Romansa

Jika ciuman primitif tidak muncul dari hasrat romantis seperti yang kita kenal saat ini, lalu apa fungsi utamanya? Para ahli biologi evolusi mengidentifikasi beberapa peran kunci dalam sejarah ciuman kera besar.

Transfer Nutrisi dan Kekebalan

Salah satu hipotesis utama mengenai asal-usul kontak mulut adalah pre-mastication feeding, atau pemberian makanan yang sudah dikunyah. Induk sering memberikan makanan yang telah dihancurkan kepada bayinya melalui kontak mulut ke mulut. Selain menyediakan nutrisi, proses ini juga membantu mentransfer mikroba dan membangun sistem kekebalan tubuh anak.

Peran Ciuman dalam Ikatan Sosial dan Keamanan

Baca Juga

  • Ancaman Siber Model AI Mythos Picu Peringatan Darurat Global
  • Penanganan Kejahatan Digital Dipercepat Lewat Sinergi Komdigi-Polri

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, fungsi ciuman berevolusi. Kontak oral mulai diasosiasikan dengan penguatan ikatan sosial (social bonding). Bagi spesies yang hidup berkelompok, ikatan yang kuat adalah kunci untuk kelangsungan hidup. Perilaku ini berfungsi sebagai penenang, meredakan konflik, dan menunjukkan afiliasi.

Penelitian Matilda Brindle menunjukkan bahwa pada primata, kontak mulut dapat meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang bertanggung jawab atas ikatan dan rasa percaya. Ini adalah mekanisme yang sama yang kita temukan pada manusia modern saat berciuman, yang mendukung hipotesis bahwa fungsi ini telah dipertahankan selama jutaan tahun.

Tentu saja, ciuman romantis yang kita kenal saat ini adalah puncak dari proses evolusi yang panjang. Manusia telah mengambil perilaku primitif ini dan mengembangkannya menjadi ritual yang kompleks, sering kali digunakan untuk mengevaluasi pasangan potensial melalui indra penciuman dan rasa.

Baca Juga

  • Proyek Golden Dome Trump: Perisai Rudal AS Mulai Dibangun
  • Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta

Advertisement

Mitos yang Terpecahkan: Ciuman dan Budaya Barat

Perlu dicatat bahwa, meskipun akar evolusinya kuno, ciuman tidak universal dalam setiap budaya manusia di seluruh dunia. Beberapa masyarakat, terutama masyarakat non-Barat, tidak mempraktikkan ciuman romantis dan malah menggunakan bentuk kontak lain, seperti menggosokkan hidung (seperti yang dilakukan oleh suku Māori di Selandia Baru).

Hal ini menegaskan bahwa sementara dasar perilaku kontak mulut sudah ada sejak 21 juta tahun yang lalu, cara perilaku itu diekspresikan dan maknanya diinterpretasikan sangat dipengaruhi oleh budaya spesifik.

Baca Juga

  • Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan
  • Penemuan Spesies Langka di Papua yang Dikira Punah 6.000 Tahun

Advertisement

Kesimpulan: Memahami Garis Waktu Evolusi Ciuman

Penemuan tentang evolusi ciuman pertama pada nenek moyang kera besar memaksa kita untuk menghargai bahwa banyak perilaku yang kita anggap unik pada manusia sebenarnya memiliki warisan biologis yang sangat mendalam.

Kontak mulut ke mulut, yang dimulai jutaan tahun lalu sebagai mekanisme transfer nutrisi atau kenyamanan, secara bertahap berevolusi menjadi alat penting untuk ikatan sosial dan, akhirnya, menjadi ekspresi cinta dan romansa pada manusia.

Studi ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ilmu perilaku dan biologi evolusioner, membuktikan bahwa kita berbagi lebih banyak kesamaan perilaku intim dengan kerabat primata purba kita daripada yang pernah kita bayangkan sebelumnya. Penemuan ini merupakan pengingat kuat bahwa sejarah perilaku kita jauh lebih tua dan lebih liar dari buku pelajaran sejarah mana pun.

Baca Juga

  • Pendaftaran Chip Otak Neuralink Resmi Dibuka untuk Umum
  • Orangutan Tapanuli Terancam Punah Akibat Habitat yang Menyusut

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Ciuman Evolusi Perilaku Hewan Primata Sains
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Alasan Indonesia Pamer Teknologi QRIS Sukses di Forum Dunia
Next Article 3 Langkah Nonaktifkan Gemini AI di Gmail & Chrome, Jaga Privasi Anda
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi

Ana Octarin15 April 2026 | 23:55

Serangan rumah Sam Altman: Bos OpenAI Jadi Target Teror Bom

Ana Octarin15 April 2026 | 18:55

Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam

Ana Octarin15 April 2026 | 14:55

Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

Iphan S15 April 2026 | 10:55

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Iphan S15 April 2026 | 06:55

Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

Iphan S15 April 2026 | 02:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

15 April 2026 | 00:55

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh

14 April 2026 | 09:55
Terbaru

HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi

Ana Octarin15 April 2026 | 23:55

Serangan rumah Sam Altman: Bos OpenAI Jadi Target Teror Bom

Ana Octarin15 April 2026 | 18:55

Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam

Ana Octarin15 April 2026 | 14:55

Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

Iphan S15 April 2026 | 10:55

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Iphan S15 April 2026 | 06:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.