Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Xiaomi Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi Meluncur: 2000 Nits!

5 Februari 2026 | 04:50

Perbandingan Xiaomi 17 Ultra vs Pixel 10 Pro XL: Duel Flagship 2026

5 Februari 2026 | 04:49

Ayaneo Pocket Play Ditenagai Dimensity 9300: Konsol Handheld Gaming Terbaik?

5 Februari 2026 | 04:20
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Xiaomi Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi Meluncur: 2000 Nits!
  • Perbandingan Xiaomi 17 Ultra vs Pixel 10 Pro XL: Duel Flagship 2026
  • Ayaneo Pocket Play Ditenagai Dimensity 9300: Konsol Handheld Gaming Terbaik?
  • Perpres Kendaraan Listrik: Memicu Lonjakan Penjualan dan Investasi Otomotif
  • Vivo X200 Ultra vs X100 Ultra: Perbandingan Flagship Terbaik
  • Xiaomi Pad 8 Pro Global: Spesifikasi Lengkap, Chipset Snapdragon 8 Elite
  • Samsung Galaxy A16 5G Jadi Ponsel Android Terlaris 2025
  • Mobil Listrik Suzuki eVitara Siap Dijual di IIMS 2026 Tanpa Insentif
Kamis, Februari 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Agoda AI Developer Report 2025: Adopsi AI Pengembang Asia Tenggara Melonjak
Berita Tekno

Agoda AI Developer Report 2025: Adopsi AI Pengembang Asia Tenggara Melonjak

Olin SianturiOlin Sianturi6 November 2025 | 19:09
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Agoda AI Developer Report 2025
Agoda AI Developer Report 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Laporan Agoda AI Developer Report 2025 ungkap 95% pengembang di Asia Tenggara & India gunakan AI mingguan — fokus pada pengembang Indonesia yang bergerak cepat.

Hari ini, Agoda merilis studi terbaru yang diberi judul “Agoda AI Developer Report 2025”, yang mengungkap perubahan signifikan dalam cara pengembang perangkat lunak di Asia Tenggara dan India bekerja dengan AI. Studi ini menunjukkan bahwa adopsi AI pengembang sudah hampir menyeluruh hingga 95% pengembang menggunakan teknologi ini setiap minggu.

Namun, di sisi lain, penggunaan itu masih dalam tahap awal kematangan, bukan berarti segalanya sudah mulus. Dengan melibatkan pengembang di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan India serta pengamatan dari perusahaan teknologi besar seperti Carousell, MoMo, Omise, dan SCB 10x studi ini menyoroti tiga realitas kunci dalam penggunaan AI pengembang di kawasan tersebut.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Pengembang AI Asia Tenggara: praktik mingguan dan tantangan awal

Pertama, bagian tentang adopsi AI pengembang sangat menonjol. Sebanyak 95% pengembang di Asia Tenggara dan India menyatakan mereka menggunakan AI secara mingguan, sementara 56% bahkan selalu menjaga asisten AI terbuka. Motivasi utama? Kesempatan untuk mempercepat alur kerja dan otomatisasi sekitar 80% menyebut ini sebagai alasan utama.

Lebih konkret, 37% mengaku berhasil menghemat waktu kerja antara empat hingga enam jam setiap minggu hanya karena dukungan AI. Meskipun demikian, penggunaan AI lebih banyak diarahkan sebagai alat produktivitas, bukan sebagai mitra kreatif hanya 22% yang memakai AI untuk menyelesaikan tugas yang benar-benar baru, dan hanya 43% yang percaya bahwa AI dapat bekerja setara dengan insinyur tingkat menengah.

Selain itu, walaupun 94% pengembang memanfaatkan AI untuk membuat kode, penggunaan AI untuk aktivitas pasca-kode seperti dokumentasi, pengujian, maupun deployment jauh lebih rendah. Hal ini membuka celah antara besarnya adopsi dan kedalaman pemanfaatan.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Advertisement

Akuntabilitas dan pengawasan menjadi tulang punggung pemanfaatan AI pengembang

Selanjutnya, laporan ini menggarisbawahi bahwa agar penggunaan AI pengembang bisa lebih baik, dibutuhkan pengawasan yang kuat dan standar yang jelas. Sebanyak 79% pengembang menunjuk hasil AI yang tak konsisten atau tak bisa diandalkan sebagai hambatan terbesar.

Untuk memitigasi risiko tersebut, 67% pengembang meninjau semua kode yang dihasilkan AI sebelum digabung ke dalam proyek, dan 70% secara rutin memperbaiki hasil tersebut agar sesuai standar.

Meski demikian, hanya sekitar satu dari empat tim yang sudah memiliki pedoman AI resmi. Dengan kata lain, kerangka formal masih minim. Namun, proses verifikasi yang dikelola tim internal terbukti membantu 72% pengembang melaporkan produktivitas meningkat dan kualitas kode menjadi lebih baik.

Baca Juga

  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026
  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Advertisement

Secara keseluruhan, ini menunjukkan bahwa meskipun pengembangan AI pengembang sudah berjalan cepat, kematangan penggunaan yang mencakup kualitas, governance, dan reliability masih dalam tahap berkembang.

Ketimpangan pelatihan dan peran pengembang Indonesia yang dominan

Kemudian, ada aspek lain yang tak kalah penting: akses ke pelatihan dan pengembangan kemampuan terkait penggunaan AI pengembang. Sebagian besar pengembang, yakni 71%, mengaku belajar secara mandiri melalui tutorial, proyek pribadi, atau komunitas online, sedangkan hanya 28% yang mendapatkan pelatihan formal dari perusahaan.

Lebih jauh, akses pelatihan resmi tidak merata antar negara: misalnya, pengembang di Singapura hampir dua kali lebih mungkin mendapat program pelatihan formal dibanding yang di Vietnam.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Advertisement

Di sisi yang lebih cerah, pengembang Indonesia muncul sebagai salah satu yang paling progresif dalam pemanfaatan AI. Penggunaannya bukan hanya terbatas pada chat-based LLM; misalnya 78,9% melaporkan memakai IDE terintegrasi AI seperti Cursor dalam enam bulan terakhir, dan 90,1% menggunakan LLM seperti ChatGPT. Ini menempatkan Indonesia dalam kelompok pengembang paling aktif dalam konteks AI.

Dengan demikian, para pengembang Indonesia tidak hanya adopsi, tetapi juga adaptasi cepat 87% telah menyesuaikan rencana belajar atau karier mereka untuk era AI, dan 62% berharap AI akan membuka peluang karier yang lebih luas.

Artinya, ada semangat dari sisi individu untuk maju meskipun organisasi terkadang belum mampu mengejar. Yang menarik: pengembangan AI pengembang dalam konteks individual bergerak lebih cepat daripada organisasi bisa beradaptasi.

Baca Juga

  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI
  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Advertisement

Implikasi dan arah perkembangan berikutnya untuk pengembang AI Asia Tenggara

Dengan semua temuan tersebut, jelas bahwa lanskap penggunaan AI pengembang di Asia Tenggara dan India memasuki era baru yang kini bukan hanya soal “apakah kita pakai?” tapi “bagaimana kita pakai dengan baik?”. Adopsi memang tinggi, namun keandalan, standarisasi, dan pemerataan pelatihan masih perlu diperkuat.

Menurut pernyataan Idan Zalzberg, CTO Agoda:

“Artificial intelligence is reshaping how developers across Southeast Asia and India build, learn, and collaborate. What began as a way to speed up tasks like writing, testing, or debugging code has grown into a broader shift in how software is built…”

Baca Juga

  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!
  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Advertisement

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa:

“In this region, AI use is mainstream but still uneven. Developers are approaching AI with pragmatism – accelerating work, maintaining quality, and experimenting thoughtfully rather than replacing skill or judgement.”

Dengan kata lain, aspek penggunaan AI pengembang di kawasan ini tak bisa dilihat hanya dari statistik tinggi saja—ada elemen manusia, proses, pengawasan, dan ekosistem yang ikut menentukan keberhasilan. Laporan menyebut bahwa peluang terbesar ada pada bagaimana perusahaan dan organisasi mendukung upaya bottom-up pengembang dengan struktur formal, kebijakan AI, dan pelatihan yang merata.

Baca Juga

  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM
  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan

Advertisement

Jika tidak, maka meskipun tingkat pemakaian tinggi, hasilnya bisa “terjadi” tetapi tak “terpola” atau “terukur”. Dengan demikian, transformasi dari adopsi ke kematangan adalah tantangan berikutnya.

Kenapa pengembang Indonesia perlu perhatian khusus dalam konteks ini?

Khusus untuk Indonesia, posisi yang terdepan dalam adopsi AI oleh pengembang adalah alasan kuat untuk lebih optimis namun sekaligus jadi panggilan untuk aksi. Dengan demikian, kita bisa melihat beberapa poin penting:

  • Pengembang Indonesia berani bereksperimen dengan tool-AI yang lebih maju (bukan sekadar chat LLM).
  • Namun, pelatihan formal dan kerangka kebijakan perusahaan mungkin masih belum menjangkau semua pihak secara merata.
  • Karena itu, meskipun adopsinya tinggi, tantangan yang muncul antara lain: keandalan output AI, verifikasi manusia, dan integrasi proses internal.
  • Dalam jangka panjang, pengembang Indonesia bisa menjadi model bagi kawasan ini—jika mereka berhasil menggabungkan kecepatan adopsi dengan kualitas penggunaan, governance, dan pengembangan kompetensi.

Agoda AI Developer Report 2025: Pengembang AI pengembang Asia Tenggara di ujung peta potensial

Singkatnya, laporan Agoda menunjukkan bahwa penggunaan AI pengembang di Asia Tenggara dan India sudah sangat tinggi hingga 95% pengembang menggunakan AI tiap minggu. Namun, jumlah saja tidak cukup.

Baca Juga

  • 4 Cara Ampuh Lindungi Anak dari Bahaya Radikalisme Media Sosial
  • 7 Alasan Samsung Pilih Pameran Mandiri di CES 2024

Advertisement

Kematangan penggunaan, pelatihan yang merata, proses pengawasan, dan struktur organisasi yang mendukung menjadi kunci agar adopsi tinggi tersebut berubah menjadi kemampuan nyata yang berkelanjutan.

Untuk pengembang di Indonesia, momentum ini adalah peluang besar: Anda berada di garis depan adopsi, dan dengan dukungan yang tepat baik individu maupun organisasi kemungkinan besar bisa memimpin dalam revolusi teknologi ini.

Oleh karenanya, baik perusahaan, institusi pelatihan, komunitas developer, maupun pemerintah daerah perlu meningkat sinergi agar potensi itu tidak hanya dimulai, tetapi juga terwujud secara menyeluruh.

Baca Juga

  • 5 Seri Ponsel Xiaomi Global Ini Hilang dari Toko pada 2026!
  • Bocoran 6 Spesifikasi OnePlus Turbo 6 & Turbo 6V: Debut 8 Januari!

Advertisement

Dengan demikian, keyakinan bahwa AI untuk pengembang Asia Tenggara hanya masa depan kini terbukti salah ini adalah kenyataan yang sedang berjalan. Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan memastikan bahwa penggunaan itu matang, adil, dan bertanggung jawab?


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Agoda Agoda AI Developer Report AI Developer Pengembang AI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Bocoran Spesifikasi Redmi Turbo 5 Pro: Baterai 9000 mAh Monster!
Next Article 5 Poin Penting Pesan Raja Charles AI ke Jensen Huang Soal Risiko Besar
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00

5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 04:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Raja Terbaru Smartphone Dunia: Bukan HP China, Apple Kembali Dinobatkan di 2025!

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 01:14

Persaingan di pasar ponsel pintar global selalu memanas, namun laporan terbaru menunjukkan adanya pergeseran signifikan…

Harga dan Spesifikasi Redmi Note 15 Series: HP Tahan Banting Gen Z

1 Februari 2026 | 14:48

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

1 Februari 2026 | 00:59

JVC HA-A110T Nirkabel ANC: Ulasan Fitur, Baterai 44 Jam dan Harga

3 Februari 2026 | 02:16
Terbaru

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.