Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Radiator Coolant Mobil Listrik: Kunci Performa Baterai Awet

9 Mei 2026 | 23:55

Tips Rahasia iOS 26 untuk Pengguna Baru iPhone Biar Makin Pro

9 Mei 2026 | 21:55

Harga Redmi Pad Pro Terbaru: Tablet 5G Layar 2.5K Baterai Jumbo

9 Mei 2026 | 20:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Radiator Coolant Mobil Listrik: Kunci Performa Baterai Awet
  • Tips Rahasia iOS 26 untuk Pengguna Baru iPhone Biar Makin Pro
  • Harga Redmi Pad Pro Terbaru: Tablet 5G Layar 2.5K Baterai Jumbo
  • Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini
  • The Elite Showcase 2026 Hadirkan Sung Kang dan Modifikasi Kelas Dunia
  • Harga Nintendo Switch 2 Naik Drastis, Cek Rinciannya di Sini
  • Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: El Clasico EVOS vs RRQ Hoshi
  • Laptop AI Bisnis Teringan di Dunia Resmi Hadir, Ini Speknya!
Minggu, Mei 10
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Agoda AI Developer Report 2025: Adopsi AI Pengembang Asia Tenggara Melonjak
Berita Tekno

Agoda AI Developer Report 2025: Adopsi AI Pengembang Asia Tenggara Melonjak

Olin SianturiOlin Sianturi6 November 2025 | 19:09
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Agoda AI Developer Report 2025
Agoda AI Developer Report 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Laporan Agoda AI Developer Report 2025 ungkap 95% pengembang di Asia Tenggara & India gunakan AI mingguan — fokus pada pengembang Indonesia yang bergerak cepat.

Hari ini, Agoda merilis studi terbaru yang diberi judul “Agoda AI Developer Report 2025”, yang mengungkap perubahan signifikan dalam cara pengembang perangkat lunak di Asia Tenggara dan India bekerja dengan AI. Studi ini menunjukkan bahwa adopsi AI pengembang sudah hampir menyeluruh hingga 95% pengembang menggunakan teknologi ini setiap minggu.

Namun, di sisi lain, penggunaan itu masih dalam tahap awal kematangan, bukan berarti segalanya sudah mulus. Dengan melibatkan pengembang di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan India serta pengamatan dari perusahaan teknologi besar seperti Carousell, MoMo, Omise, dan SCB 10x studi ini menyoroti tiga realitas kunci dalam penggunaan AI pengembang di kawasan tersebut.

Baca Juga

  • Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini
  • Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar

Advertisement

Pengembang AI Asia Tenggara: praktik mingguan dan tantangan awal

Pertama, bagian tentang adopsi AI pengembang sangat menonjol. Sebanyak 95% pengembang di Asia Tenggara dan India menyatakan mereka menggunakan AI secara mingguan, sementara 56% bahkan selalu menjaga asisten AI terbuka. Motivasi utama? Kesempatan untuk mempercepat alur kerja dan otomatisasi sekitar 80% menyebut ini sebagai alasan utama.

Lebih konkret, 37% mengaku berhasil menghemat waktu kerja antara empat hingga enam jam setiap minggu hanya karena dukungan AI. Meskipun demikian, penggunaan AI lebih banyak diarahkan sebagai alat produktivitas, bukan sebagai mitra kreatif hanya 22% yang memakai AI untuk menyelesaikan tugas yang benar-benar baru, dan hanya 43% yang percaya bahwa AI dapat bekerja setara dengan insinyur tingkat menengah.

Selain itu, walaupun 94% pengembang memanfaatkan AI untuk membuat kode, penggunaan AI untuk aktivitas pasca-kode seperti dokumentasi, pengujian, maupun deployment jauh lebih rendah. Hal ini membuka celah antara besarnya adopsi dan kedalaman pemanfaatan.

Baca Juga

  • Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T
  • Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

Advertisement

Akuntabilitas dan pengawasan menjadi tulang punggung pemanfaatan AI pengembang

Selanjutnya, laporan ini menggarisbawahi bahwa agar penggunaan AI pengembang bisa lebih baik, dibutuhkan pengawasan yang kuat dan standar yang jelas. Sebanyak 79% pengembang menunjuk hasil AI yang tak konsisten atau tak bisa diandalkan sebagai hambatan terbesar.

Untuk memitigasi risiko tersebut, 67% pengembang meninjau semua kode yang dihasilkan AI sebelum digabung ke dalam proyek, dan 70% secara rutin memperbaiki hasil tersebut agar sesuai standar.

Meski demikian, hanya sekitar satu dari empat tim yang sudah memiliki pedoman AI resmi. Dengan kata lain, kerangka formal masih minim. Namun, proses verifikasi yang dikelola tim internal terbukti membantu 72% pengembang melaporkan produktivitas meningkat dan kualitas kode menjadi lebih baik.

Baca Juga

  • Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun
  • Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

Advertisement

Secara keseluruhan, ini menunjukkan bahwa meskipun pengembangan AI pengembang sudah berjalan cepat, kematangan penggunaan yang mencakup kualitas, governance, dan reliability masih dalam tahap berkembang.

Ketimpangan pelatihan dan peran pengembang Indonesia yang dominan

Kemudian, ada aspek lain yang tak kalah penting: akses ke pelatihan dan pengembangan kemampuan terkait penggunaan AI pengembang. Sebagian besar pengembang, yakni 71%, mengaku belajar secara mandiri melalui tutorial, proyek pribadi, atau komunitas online, sedangkan hanya 28% yang mendapatkan pelatihan formal dari perusahaan.

Lebih jauh, akses pelatihan resmi tidak merata antar negara: misalnya, pengembang di Singapura hampir dua kali lebih mungkin mendapat program pelatihan formal dibanding yang di Vietnam.

Baca Juga

  • PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan
  • Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Advertisement

Di sisi yang lebih cerah, pengembang Indonesia muncul sebagai salah satu yang paling progresif dalam pemanfaatan AI. Penggunaannya bukan hanya terbatas pada chat-based LLM; misalnya 78,9% melaporkan memakai IDE terintegrasi AI seperti Cursor dalam enam bulan terakhir, dan 90,1% menggunakan LLM seperti ChatGPT. Ini menempatkan Indonesia dalam kelompok pengembang paling aktif dalam konteks AI.

Dengan demikian, para pengembang Indonesia tidak hanya adopsi, tetapi juga adaptasi cepat 87% telah menyesuaikan rencana belajar atau karier mereka untuk era AI, dan 62% berharap AI akan membuka peluang karier yang lebih luas.

Artinya, ada semangat dari sisi individu untuk maju meskipun organisasi terkadang belum mampu mengejar. Yang menarik: pengembangan AI pengembang dalam konteks individual bergerak lebih cepat daripada organisasi bisa beradaptasi.

Baca Juga

  • Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat
  • Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Advertisement

Implikasi dan arah perkembangan berikutnya untuk pengembang AI Asia Tenggara

Dengan semua temuan tersebut, jelas bahwa lanskap penggunaan AI pengembang di Asia Tenggara dan India memasuki era baru yang kini bukan hanya soal “apakah kita pakai?” tapi “bagaimana kita pakai dengan baik?”. Adopsi memang tinggi, namun keandalan, standarisasi, dan pemerataan pelatihan masih perlu diperkuat.

Menurut pernyataan Idan Zalzberg, CTO Agoda:

“Artificial intelligence is reshaping how developers across Southeast Asia and India build, learn, and collaborate. What began as a way to speed up tasks like writing, testing, or debugging code has grown into a broader shift in how software is built…”

Baca Juga

  • Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah
  • Solusi Jaringan Enterprise UKM Cybrey Resmi Hadir di Indonesia

Advertisement

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa:

“In this region, AI use is mainstream but still uneven. Developers are approaching AI with pragmatism – accelerating work, maintaining quality, and experimenting thoughtfully rather than replacing skill or judgement.”

Dengan kata lain, aspek penggunaan AI pengembang di kawasan ini tak bisa dilihat hanya dari statistik tinggi saja—ada elemen manusia, proses, pengawasan, dan ekosistem yang ikut menentukan keberhasilan. Laporan menyebut bahwa peluang terbesar ada pada bagaimana perusahaan dan organisasi mendukung upaya bottom-up pengembang dengan struktur formal, kebijakan AI, dan pelatihan yang merata.

Baca Juga

  • Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung
  • Wabah Hantavirus Mematikan Serang Kapal Pesiar, Ini Faktanya

Advertisement

Jika tidak, maka meskipun tingkat pemakaian tinggi, hasilnya bisa “terjadi” tetapi tak “terpola” atau “terukur”. Dengan demikian, transformasi dari adopsi ke kematangan adalah tantangan berikutnya.

Kenapa pengembang Indonesia perlu perhatian khusus dalam konteks ini?

Khusus untuk Indonesia, posisi yang terdepan dalam adopsi AI oleh pengembang adalah alasan kuat untuk lebih optimis namun sekaligus jadi panggilan untuk aksi. Dengan demikian, kita bisa melihat beberapa poin penting:

  • Pengembang Indonesia berani bereksperimen dengan tool-AI yang lebih maju (bukan sekadar chat LLM).
  • Namun, pelatihan formal dan kerangka kebijakan perusahaan mungkin masih belum menjangkau semua pihak secara merata.
  • Karena itu, meskipun adopsinya tinggi, tantangan yang muncul antara lain: keandalan output AI, verifikasi manusia, dan integrasi proses internal.
  • Dalam jangka panjang, pengembang Indonesia bisa menjadi model bagi kawasan ini—jika mereka berhasil menggabungkan kecepatan adopsi dengan kualitas penggunaan, governance, dan pengembangan kompetensi.

Agoda AI Developer Report 2025: Pengembang AI pengembang Asia Tenggara di ujung peta potensial

Singkatnya, laporan Agoda menunjukkan bahwa penggunaan AI pengembang di Asia Tenggara dan India sudah sangat tinggi hingga 95% pengembang menggunakan AI tiap minggu. Namun, jumlah saja tidak cukup.

Baca Juga

  • Paket Roaming Haji Indosat 2026: Daftar Harga IM3 dan Tri
  • Modus Penipuan Telegram Mini Apps Incar Rekening HP Android

Advertisement

Kematangan penggunaan, pelatihan yang merata, proses pengawasan, dan struktur organisasi yang mendukung menjadi kunci agar adopsi tinggi tersebut berubah menjadi kemampuan nyata yang berkelanjutan.

Untuk pengembang di Indonesia, momentum ini adalah peluang besar: Anda berada di garis depan adopsi, dan dengan dukungan yang tepat baik individu maupun organisasi kemungkinan besar bisa memimpin dalam revolusi teknologi ini.

Oleh karenanya, baik perusahaan, institusi pelatihan, komunitas developer, maupun pemerintah daerah perlu meningkat sinergi agar potensi itu tidak hanya dimulai, tetapi juga terwujud secara menyeluruh.

Baca Juga

  • Pertumbuhan Pasar Smartphone Global: HONOR Melesat di Tengah Krisis
  • Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Tren Global

Advertisement

Dengan demikian, keyakinan bahwa AI untuk pengembang Asia Tenggara hanya masa depan kini terbukti salah ini adalah kenyataan yang sedang berjalan. Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan memastikan bahwa penggunaan itu matang, adil, dan bertanggung jawab?


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Agoda Agoda AI Developer Report AI Developer Pengembang AI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Bocoran Spesifikasi Redmi Turbo 5 Pro: Baterai 9000 mAh Monster!
Next Article 5 Poin Penting Pesan Raja Charles AI ke Jensen Huang Soal Risiko Besar
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Ana Octarin9 Mei 2026 | 19:55

Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar

Ana Octarin9 Mei 2026 | 14:55

Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Iphan S9 Mei 2026 | 09:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

Ana Octarin9 Mei 2026 | 04:55

Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun

Ana Octarin8 Mei 2026 | 23:55

Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

Ana Octarin8 Mei 2026 | 18:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga BBM Diesel Primus Plus Tembus Rp30.890 di SPBU Vivo

Ana Octarin4 Mei 2026 | 00:55

Harga BBM Diesel Primus Plus resmi mengalami lonjakan drastis di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan…

Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

7 Mei 2026 | 07:55

Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol

8 Mei 2026 | 15:55

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

1 Februari 2026 | 00:59

The Elite Showcase 2026 Hadirkan Sung Kang dan Modifikasi Kelas Dunia

9 Mei 2026 | 18:55
Terbaru

Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Ana Octarin9 Mei 2026 | 19:55

Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar

Ana Octarin9 Mei 2026 | 14:55

Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Iphan S9 Mei 2026 | 09:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

Ana Octarin9 Mei 2026 | 04:55

Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun

Ana Octarin8 Mei 2026 | 23:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.