Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Xiaomi Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi Meluncur: 2000 Nits!

5 Februari 2026 | 04:50

Perbandingan Xiaomi 17 Ultra vs Pixel 10 Pro XL: Duel Flagship 2026

5 Februari 2026 | 04:49

Ayaneo Pocket Play Ditenagai Dimensity 9300: Konsol Handheld Gaming Terbaik?

5 Februari 2026 | 04:20
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Xiaomi Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi Meluncur: 2000 Nits!
  • Perbandingan Xiaomi 17 Ultra vs Pixel 10 Pro XL: Duel Flagship 2026
  • Ayaneo Pocket Play Ditenagai Dimensity 9300: Konsol Handheld Gaming Terbaik?
  • Perpres Kendaraan Listrik: Memicu Lonjakan Penjualan dan Investasi Otomotif
  • Vivo X200 Ultra vs X100 Ultra: Perbandingan Flagship Terbaik
  • Xiaomi Pad 8 Pro Global: Spesifikasi Lengkap, Chipset Snapdragon 8 Elite
  • Samsung Galaxy A16 5G Jadi Ponsel Android Terlaris 2025
  • Mobil Listrik Suzuki eVitara Siap Dijual di IIMS 2026 Tanpa Insentif
Kamis, Februari 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 1.046 Data Mahasiswa Bocor: 5 Cara Amankan Google Form Anda Sekarang!
Berita Tekno

1.046 Data Mahasiswa Bocor: 5 Cara Amankan Google Form Anda Sekarang!

Olin SianturiOlin Sianturi21 Desember 2025 | 10:27
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Data 1.046 Mahasiswa Bocor, Keamanan Google Form
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Terungkap! Data 1.046 Mahasiswa Bocor dari Google Form yang terbuka publik. Pelajari insiden SNU dan cara meningkatkan Keamanan Google Form Anda agar data tetap aman.

Kasus kebocoran data kembali menjadi sorotan global, dan kali ini melibatkan institusi pendidikan ternama. Sebanyak 1.046 data pribadi mahasiswa Seoul National University (SNU) dilaporkan terekspos ke publik akibat kesalahan sederhana: link Google Form yang tidak disetel dengan benar.

Insiden ini bukan hanya menimbulkan kerugian reputasi bagi universitas, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi semua pengguna yang sering mengandalkan layanan berbasis cloud gratis seperti Google Form untuk pengumpulan data. Kita harus bertanya, seberapa amankah data yang kita kumpulkan?

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Fakta yang paling mencengangkan adalah, kebocoran ini baru terdeteksi hampir dua tahun setelah data dikumpulkan. Ini menyoroti kurangnya audit keamanan data, bahkan di lingkungan akademik yang seharusnya sangat menjaga privasi responden.

Skandal Kebocoran Data SNU: Bagaimana 1.046 Data Mahasiswa Bocor?

Insiden kebocoran Data 1.046 Mahasiswa Bocor di SNU berawal dari proyek internal universitas, “Living and Learning”. Proyek ini bertujuan untuk merekrut peserta program percontohan asrama mahasiswa. Untuk pendaftaran, digunakanlah Google Form yang standar dan mudah diakses.

Data yang dikumpulkan mencakup informasi sensitif seperti nama lengkap, nomor identifikasi mahasiswa, kontak, hingga detail program studi. Sayangnya, dokumen hasil respons formulir ini—yang biasanya tersimpan dalam Google Sheets—tidak dibatasi aksesnya.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Advertisement

Pihak kampus baru menyadari bahwa dokumen mahasiswa mereka terekspos secara publik pada Februari 2024. Artinya, data-data tersebut sudah terekspos bebas akses selama hampir dua tahun. Penemuan ini terjadi saat tim administrasi melakukan peninjauan dokumen rutin.

Begitu insiden ini terungkap, pihak proyek langsung bergerak cepat untuk mencabut akses publik ke link dokumen tersebut dan memberitahu administrasi universitas untuk penanganan lebih lanjut.

Penyebab Utama: Kesalahan Konfigurasi Google Sheets

Google Form sendiri merupakan alat yang sangat berguna dan mudah digunakan, tetapi insiden ini menunjukkan bahwa form tersebut hanya seaman konfigurasi yang diterapkan oleh pengguna.

Baca Juga

  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026
  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Advertisement

Mayoritas insiden kebocoran data yang melibatkan Google Form atau Google Sheets biasanya berakar pada satu hal: pengaturan berbagi (sharing settings) yang keliru.

Saat membuat Google Form dan mengumpulkan respons, secara otomatis Google akan menautkan respons tersebut ke Google Sheets. Jika pengaturan berbagi di Google Sheets disetel sebagai “Siapa saja yang memiliki link dapat melihat” (Anyone with the link can view), maka semua data, termasuk data sensitif, akan terbuka secara publik.

Kesalahan sepele ini, ketika diterapkan pada skala besar seperti pengumpulan data ribuan mahasiswa, dapat mengakibatkan konsekuensi privasi yang fatal.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Advertisement

Studi Kasus: Mengapa Google Form Rentan Terhadap Paparan Data?

Meskipun Google Form adalah alat yang efisien untuk survei cepat, alat ini tidak didesain sebagai platform pengumpulan data sensitif tingkat tinggi tanpa pengamanan berlapis. Kelemahan utama terletak pada fleksibilitasnya yang bisa menjadi bumerang.

Pihak yang menggunakan Google Form sering kali lalai dalam melakukan audit keamanan setelah form selesai diisi. Mereka fokus pada pengumpulan, tetapi lupa pada penyimpanan data.

Beberapa faktor yang membuat Google Form rentan termasuk:

Baca Juga

  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI
  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Advertisement

  • Keterkaitan dengan Google Sheets: Data tidak hanya ada di form, tetapi langsung diekspor ke Sheets. Pengguna harus mengamankan dua pintu masuk (Form dan Sheet), bukan hanya satu.
  • Pengaturan Default yang Mudah Lengah: Untuk memudahkan kolaborasi, banyak pengguna memilih pengaturan berbagi yang paling longgar. Ini mungkin efektif untuk proyek internal, tetapi berbahaya jika data sensitif terlibat.
  • Kurangnya Enkripsi Khusus Data Sensitif: Meskipun data di Google diamankan oleh infrastruktur Google, perlindungan tambahan di tingkat pengguna untuk data spesifik (misalnya, enkripsi kolom tertentu) jarang dilakukan.

2 Risiko Fatal Jika Data Pribadi Terbuka Publik

Ketika Data 1.046 Mahasiswa Bocor, konsekuensi yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada sekadar malu. Data pribadi yang terbuka di internet menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber.

Berikut adalah risiko paling fatal yang mungkin dihadapi korban:

  • Peningkatan Serangan Phishing dan Social Engineering: Penjahat siber dapat menggunakan nama, nomor identitas, dan alamat email yang bocor untuk membuat email atau pesan yang sangat meyakinkan. Ini dikenal sebagai spear phishing. Mereka dapat berpura-pura menjadi staf kampus atau bank untuk mencuri kredensial keuangan atau login penting lainnya.
  • Pencurian Identitas (Identity Theft): Kombinasi data dasar (nama, tanggal lahir, alamat) bisa digunakan untuk membuka akun palsu, mengambil pinjaman, atau melakukan tindakan kriminal yang merugikan korban. Dalam kasus mahasiswa, data ini bisa dijual di pasar gelap (dark web) untuk berbagai tujuan ilegal.

5 Cara Ampuh Meningkatkan Keamanan Google Form Anda (Checklist Wajib!)

Untuk memastikan insiden seperti yang menimpa SNU tidak terulang, setiap organisasi atau individu yang mengumpulkan data harus mengambil langkah proaktif. Meningkatkan Keamanan Google Form sangatlah penting, terutama jika Anda mengumpulkan PII (Personally Identifiable Information).

Baca Juga

  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!
  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Advertisement

Berikut adalah 5 langkah yang harus Anda jadikan checklist sebelum dan sesudah menyebarkan Google Form:

  1. Batasi Akses di Google Sheets: Ini adalah langkah paling krusial. Setelah form mulai mengumpulkan data, segera buka Google Sheets yang tertaut. Pastikan pengaturan berbagi (Share) disetel hanya untuk “Orang-orang tertentu” (Specific people) atau “Hanya pengguna di organisasi Anda” (Jika form internal). Jangan pernah memilih “Siapa saja yang memiliki link”.
  2. Aktifkan Fitur Batasi ke Organisasi (Required Login): Jika Anda mengumpulkan data dari audiens internal (misalnya, mahasiswa atau karyawan), di pengaturan Google Form, centang opsi “Batasi ke pengguna [Nama Organisasi]”. Ini memastikan responden harus masuk menggunakan akun institusi mereka sebelum mengisi formulir, memberikan lapisan otentikasi tambahan.
  3. Jangan Minta Data Sensitif di Form Umum: Hindari meminta kata sandi, nomor kartu kredit, atau bahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Google Form biasa. Jika data ini mutlak diperlukan, pertimbangkan solusi yang lebih aman dan terenkripsi seperti layanan survei berbayar yang fokus pada kepatuhan data (GDPR/HIPAA).
  4. Nonaktifkan Opsi Tampilan Hasil Respons: Google Form memiliki fitur yang memungkinkan responden melihat ringkasan atau hasil respons form. Jika form Anda berisi data pribadi, pastikan opsi ini dinonaktifkan sepenuhnya di pengaturan form.
  5. Audit Akses Secara Berkala: Jangan biarkan form yang sudah selesai diisi terlantar tanpa pengawasan. Setidaknya setiap tiga bulan, tinjau semua Google Sheets yang digunakan untuk pengumpulan data. Verifikasi siapa yang memiliki akses baca dan tulis. Jika proyek sudah selesai, pertimbangkan untuk memindahkan data ke penyimpanan lokal yang terenkripsi dan menghapus dokumen di Google Drive.

Insiden kebocoran Data 1.046 Mahasiswa Bocor di SNU menjadi pengingat pahit bahwa kemudahan teknologi seringkali datang dengan risiko yang harus dikelola. Kesadaran terhadap Keamanan Google Form dan audit data rutin adalah kunci untuk menjaga privasi digital di era informasi yang serba cepat ini.

Dalam dunia digital, tanggung jawab keamanan data ada di tangan pengguna. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas, Anda dapat memanfaatkan kemudahan Google Form tanpa mengorbankan keamanan data penting Anda.

Baca Juga

  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM
  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Data Bocor Data Mahasiswa Google Form Keamanan Siber Privasi Online
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Fakta Bahaya Paparan Timbal Ancam Nyawa Anak Indonesia
Next Article 5 Titik Rawan Peringatan Dini Tanah Longsor Jakarta Wajib Diwaspadai
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00

5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 04:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Raja Terbaru Smartphone Dunia: Bukan HP China, Apple Kembali Dinobatkan di 2025!

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 01:14

Persaingan di pasar ponsel pintar global selalu memanas, namun laporan terbaru menunjukkan adanya pergeseran signifikan…

Harga dan Spesifikasi Redmi Note 15 Series: HP Tahan Banting Gen Z

1 Februari 2026 | 14:48

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

1 Februari 2026 | 00:59

JVC HA-A110T Nirkabel ANC: Ulasan Fitur, Baterai 44 Jam dan Harga

3 Februari 2026 | 02:16
Terbaru

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.