Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
  • Harga PS5 Turun Signifikan di Indonesia, Cek Daftar Diskon 2026
Selasa, Februari 24
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Otomotif » 5 Alasan Kenapa Tesla Model Y Model 3 Murah Dihujat Netizen China
Otomotif

5 Alasan Kenapa Tesla Model Y Model 3 Murah Dihujat Netizen China

Olin SianturiOlin Sianturi9 Oktober 2025 | 19:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Tesla Model Y Model 3 Murah, Kontroversi Mobil Tesla China
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kenapa Tesla Model Y Model 3 Murah justru dihujat Netizen China dan disebut ‘Mobil Pengemis’? Simak 5 alasan kontroversi mobil Tesla China ini mencuat.

Kabar mengejutkan datang dari pasar otomotif terbesar di dunia, Tiongkok. Tesla, yang dikenal sebagai pionir mobil listrik premium, baru-baru ini meluncurkan varian harga yang lebih terjangkau untuk dua model terpopulernya: Model Y dan Model 3.

Langkah strategis ini seharusnya disambut baik, mengingat tujuannya adalah menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Bukannya dipuji, varian harga baru ini justru menuai gelombang kritik pedas, bahkan disebut sebagai “tawaran untuk pengemis” oleh para netizen China.

Baca Juga

  • Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif
  • Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026

Advertisement

Varian baru ini dibanderol $5.000 atau sekitar Rp 82,9 juta lebih murah (sekitar 10% diskon) dibandingkan versi premiumnya. Untuk Model Y versi terjangkau dihargai US$39.990 (sekitar Rp 663,2 juta), sementara Model 3 dibanderol US$36.990 (sekitar Rp 613,4 juta).

Namun, di tengah persaingan ketat dengan merek lokal seperti BYD yang menawarkan EV dengan harga sangat kompetitif, diskon ini tampaknya tidak cukup. Malahan, strategi harga ini dianggap merusak citra merek Tesla di mata konsumen yang sangat menghargai status sosial.

Mengapa Tesla Model Y Model 3 Murah Justru Bikin Heboh?

Inti dari permasalahan ini terletak pada “potongan” yang diberikan Tesla pada varian yang lebih murah. Potongan harga US$5.000 itu bukan didapatkan dari efisiensi produksi semata, melainkan dari penghilangan beberapa fitur utama yang selama ini menjadi ciri khas mobil premium Tesla.

Baca Juga

  • Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV
  • New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026: DNA Balap Makin Ganas

Advertisement

Dalam dunia otomotif, fitur seringkali menjadi penentu status. Konsumen yang membeli Tesla mengharapkan pengalaman premium yang sejalan dengan harga jualnya. Ketika fitur-fitur tersebut dicabut, yang tersisa hanyalah bodi mobil Tesla dengan pengalaman yang dikurangi.

Beberapa fitur yang dilaporkan hilang atau diganti pada varian Tesla Model Y Model 3 Murah ini meliputi:

  • Kursi kulit premium (diganti dengan bahan non-kulit yang dianggap mengurangi kemewahan).
  • Sistem audio premium (diganti dengan speaker standar atau konfigurasi speaker yang lebih sedikit).
  • Interior trim yang lebih sederhana.
  • Beberapa opsi warna dan velg eksklusif mungkin tidak tersedia.

Pengurangan fitur ini membuat konsumen merasa bahwa varian baru ini “setengah hati.” Netizen berpendapat, jika ingin menawarkan harga murah, Tesla seharusnya berinovasi dalam produksi, bukan mengorbankan kualitas dan kemewahan yang menjadi daya tarik utama mereka.

Baca Juga

  • Pilihan Warna Yamaha Aerox 2026 Tampil Lebih Agresif di IIMS
  • Harga Chery C5 CSH Hybrid Resmi Diumumkan di IIMS 2026

Advertisement

5 Alasan Kontroversi Mobil Tesla China Ini Memicu Hujatan

Kontroversi mobil Tesla China ini tidak hanya disebabkan oleh hilangnya jok kulit. Ada beberapa faktor budaya dan ekonomi mendalam di pasar China yang membuat strategi harga ini menjadi bumerang:

1. Dilema Persepsi Merek Premium

Di China, kepemilikan mobil mewah, termasuk Tesla, sering kali dikaitkan dengan status sosial dan pencapaian finansial. Merek Tesla memegang posisi yang mirip dengan BMW atau Mercedes-Benz dalam hal simbol status.

Ketika Tesla memperkenalkan model yang terlalu murah (walaupun sebetulnya masih mahal untuk standar umum), hal ini dianggap mencairkan citra premium yang sudah dibangun susah payah. Netizen merasa, model murah tersebut “menghina” mereka yang sebelumnya sudah berinvestasi besar pada Tesla versi premium. Label “Mobil Pengemis” adalah representasi dari hilangnya eksklusivitas.

Baca Juga

  • Nissan Navara Pro-4X di IIMS 2026: Andalkan Suspensi Multilink
  • Wuling Eksion: 7-Seater BEV/PHEV Resmi Diperkenalkan di IIMS 2026

Advertisement

2. Ketakutan Depresiasi (Resale Value)

Salah satu kekhawatiran terbesar dari pemilik Tesla yang sudah ada adalah nilai jual kembali (resale value). Ketika varian yang secara signifikan lebih murah (dan berfitur minim) dirilis, nilai Model Y dan Model 3 yang sudah beredar di pasar otomatis akan turun drastis.

Penurunan harga yang tiba-tiba ini sering memicu protes besar di China, di mana konsumen yang merasa dirugikan oleh kebijakan harga pabrikan akan menuntut kompensasi. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar China terhadap fluktuasi harga produk impor premium.

3. Kompetisi EV Lokal yang Jauh Lebih Agresif

Meskipun harga Tesla Model Y Model 3 Murah ini sudah dipangkas, ia tetap berada di atas harga rata-rata EV lokal yang terus membanjiri pasar. Merek-merek seperti BYD, Nio, dan Xpeng menawarkan EV dengan fitur canggih, jarak tempuh yang kompetitif, dan harga yang jauh lebih terjangkau.

Baca Juga

  • New Mazda CX-60 Sport Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp718 Juta
  • Tak Hanya Umumkan Carens Baru di IIMS 2026, Kia Siapkan Kejutan Besar!

Advertisement

Dari sudut pandang konsumen rasional di China, mengapa harus membeli Tesla dengan fitur yang dikurangi dengan harga Rp 600 jutaan, jika mereka bisa mendapatkan EV lokal yang penuh fitur dengan harga yang sama atau bahkan lebih murah?

4. Fitur yang Hilang Dianggap Sebagai Elemen Kunci

Kursi kulit dan sistem audio premium mungkin terdengar sepele, tetapi ini adalah indikator kunci dari kualitas dan kenyamanan pada mobil seharga Rp 600 juta ke atas. Bagi banyak konsumen, interior yang nyaman dan mewah adalah pengalaman yang diharapkan dari mobil sekelas Tesla.

Pengurangan pada elemen interior ini memberikan kesan bahwa Tesla mencoba mengambil margin keuntungan tambahan dengan mengorbankan pengalaman dasar pengguna. Hal ini memicu rasa ketidakpuasan dan hujatan karena dianggap meremehkan daya beli konsumen.

Baca Juga

  • BYD Atto 3 Advanced Plus Resmi Meluncur di IIMS 2026: Intip Harga dan Spesifikasinya
  • Perpres Kendaraan Listrik: Memicu Lonjakan Penjualan dan Investasi Otomotif

Advertisement

5. Sentimen Nasionalisme dan Produk Lokal

Ada sentimen yang semakin kuat di China untuk mendukung produk domestik. Merek mobil lokal tidak hanya menawarkan harga yang lebih baik, tetapi juga menyesuaikan fitur mereka secara spesifik untuk preferensi pengemudi China (misalnya, sistem infotainment yang sangat canggih dan terintegrasi penuh). Strategi harga Tesla yang ‘mengurangi’ ini justru memperkuat argumen untuk memilih produk EV buatan dalam negeri.

Strategi Harga Tesla: Upaya Menghabiskan Stok atau Perang Harga?

Langkah Tesla merilis Model Murah ini di tengah periode ketidakpastian ekonomi global dan persaingan EV yang meningkat menunjukkan dilema strategis yang dihadapi Elon Musk. Ada dua interpretasi utama:

Pertama, ini adalah upaya untuk membersihkan inventaris lama atau model tertentu sebelum peluncuran pembaruan yang lebih signifikan. Dengan menawarkan harga yang lebih rendah, Tesla dapat menarik pembeli yang sensitif harga tanpa memotong harga model premium secara keseluruhan.

Baca Juga

  • Mobil Listrik Suzuki eVitara Siap Dijual di IIMS 2026 Tanpa Insentif
  • Harga BBM Februari 2026 Turun Drastis! Cek Pertamax Jadi Rp11.800

Advertisement

Kedua, ini adalah sinyal dimulainya perang harga yang lebih agresif di segmen EV kelas menengah. Tesla mungkin rela mengorbankan margin keuntungan per unit demi mempertahankan pangsa pasar di China, yang merupakan medan pertempuran paling penting saat ini.

Namun, tantangan terbesar dari strategi harga ini adalah bagaimana mencegah kerusakan merek. Tesla perlu memastikan bahwa meskipun varian ini lebih murah, ia tidak terlihat murahan di mata konsumen. Sayangnya, reaksi keras netizen yang menyebutnya “mobil pengemis” menunjukkan bahwa batas tipis tersebut sudah terlampaui.

Masa Depan Tesla di Pasar China

Pasar China adalah pasar yang unik; sangat besar, tetapi juga sangat menghargai kualitas dan kemewahan. Agar berhasil, Tesla tidak hanya harus bersaing dalam harga, tetapi juga harus berinovasi tanpa mengorbankan citra premiumnya.

Baca Juga

  • 5 Tanda Kinerja Buruk Tesla: Masa Depan Mobil Listrik Global Dalam Bahaya?
  • 5 Hal Penting Peluncuran Xiaomi SU7 Global di Eropa 2025

Advertisement

Rilis Tesla Model Y Model 3 Murah ini berfungsi sebagai pelajaran berharga bagi perusahaan global mana pun: menurunkan harga harus dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama ketika citra status sosial melekat erat pada produk tersebut. Kegagalan untuk memahami sentimen konsumen lokal dapat mengubah strategi yang dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan menjadi krisis citra yang serius.

Pada akhirnya, kontroversi mobil Tesla China ini membuktikan bahwa di pasar Asia, harga yang terlalu rendah terkadang lebih berbahaya daripada harga yang terlalu tinggi jika itu berarti mengorbankan fitur yang melambangkan kemakmuran.

Baca Juga

  • 5 Fakta BBM Bobibos: Setara Pertamax? Ahli IPB Ungkap Harga Aslinya
  • 5 Motor Listrik Terbaik 2025: Desain Keren dan Harga Murah Anti Rugi!

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
China Kontroversi Mobil Tesla Model 3 Model Y Tesla
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Alasan Mengapa Netizen China Bikin Amerika Parno: Blokir ChatGPT!
Next Article 5 Fakta Terbaru Registrasi Biometrik Telkomsel: Solusi Keamanan Data Pelanggan
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

Ana Octarin8 Februari 2026 | 02:37

Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026

Ana Octarin8 Februari 2026 | 02:07

Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV

Ana Octarin8 Februari 2026 | 01:57

New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026: DNA Balap Makin Ganas

Ana Octarin7 Februari 2026 | 18:22

Pilihan Warna Yamaha Aerox 2026 Tampil Lebih Agresif di IIMS

Ana Octarin7 Februari 2026 | 18:04

Harga Chery C5 CSH Hybrid Resmi Diumumkan di IIMS 2026

Ana Octarin7 Februari 2026 | 17:53
Pilihan Redaksi
Aplikasi

4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026: Cara Rayakan dengan Pembaruan Terbaru

Olin Sianturi31 Desember 2025 | 20:00

Rayakan 2026 dengan gaya! Simak 4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026 yang baru diluncurkan. Panggilan…

10 Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Terbaik: Ubah Fotomu Jadi Menarik!

17 April 2025 | 17:01

5 Pilihan Terbaik Tema iOS Xiaomi HyperOS, Gratis! Tampilan Jadi Mirip iPhone

26 Februari 2025 | 06:29

5 Aplikasi Penyebab Memori Penuh Ini Bikin HP Lemot, Cek Daftarnya!

2 Januari 2026 | 14:00

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34
Terbaru

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

Ana Octarin8 Februari 2026 | 02:37

Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026

Ana Octarin8 Februari 2026 | 02:07

Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV

Ana Octarin8 Februari 2026 | 01:57

New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026: DNA Balap Makin Ganas

Ana Octarin7 Februari 2026 | 18:22

Pilihan Warna Yamaha Aerox 2026 Tampil Lebih Agresif di IIMS

Ana Octarin7 Februari 2026 | 18:04
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.